Pages

Saturday, June 20, 2009

Dua Film di satu CINEMA



Eh tau gak sih, ternyata nonton adalah rutinitas orang pacaran nomor satu? *pura-pura baru tau*
Terbukti, kemarin hmm tanggal 18 Juni 2009, anak-anak 65 banyak banget yang melipir ke salah satu mall di daerah jakarta barat yang bisa dihinggapi dengans eragam sekolah, yaitu puri mall. (tau kan?)

Terutama banget yang berpasangan, seperti shinta dan pacarnya, rhyrye dengan pacarnya, nita dan gerry, rusli dan citra, dan beberapa yang enggak sama pacar (ada yg ga punya).
Niatnya pada nonton. Terutaamaaa yang pacaran tentunya.

Kasian para panitia 65 cup ini, gara-gara sudah mendekati hari H jadi pada kekurangan waktu bercengkrama dengan sang pacar. (Sabaar ya ro! Buat pacarnya roro, jangan ngambek dong, tanggung jawab nih. hehe)
Apalagi si indah udah 2 minggu enggak sempet ketemu beruangnya (ampuun ndah!) demi kesuksesan acara ini.
Pengorbanan besar.

Back to the topic, nonton.
Dalam cinema ternyata tontonan yang didapat lebih dari sekedar film yang sedang di putar.
Tapi ada film "live".
Yahh untuk para aktrisnya tentu itu adalah hal yang sangat menyenangkan and out of your bussiness lah.
tapii buat para penonton, apresiasinya berbeda-beda.
Ada yang merasa terusik, ada yg terhibur, bahkan ada yang lebih serius nontonin film "LIVE" dari pada film yang diputar di big screen. OHMAIGOOT!

Film "LIVE" yang gue maksud adalah...
Action pertarungan bibir dan pergulatan tangan (you know laah)
Ciuman seru! yihaaa.
Kadang enggak cuma sekedar ciuman dan peluk-pelukan doang, tapi ini masih aga tabu untuk diucapkan gadis innocent kaya gue (hueeeekss ciih!)
Sebenernya ini sih biasa aja, sudah lumrah, malah jadi tradisi.
Ya kan? Ya kan?

Nah enggak lepas dari teman-teman gue, mereka pun menyaksikan film "LIVE" diantara film yang sebenernya juga memuat banyak adegan kissing. Tapiii lebih menarik yang LIVE bukan? yeaah!

Sebenernya salah enggak sih? Menurut gue enggak.
Tapi gue baru sadar, kadar keingin tahuan dan kepo *ikut campur*nya orang Indonesia tuh tinggi banget!
Jadi yaaa, yang seharusnya biasa aja kalau dapet nimbrungan perhatian dari orang lain jadi aga enggak enak yaaa bo.

haha. makin lama makin ga penting deh gue. hahahah.
yang jelas saya berpesan, tontonlah keduanya selagi bisa dengan seimbang.
Film yang di bigscreen dan film "LIVE" action di seats audience. hahaha.
Enjoy!

Thursday, June 18, 2009

angry and confused : it's all about friendship!

Gue sedang berduka. Kenapa? Jangan tanya deh. Lagi sakit hatiii banget banget banget.
Enggak ngerti mesti gimana sama kenyataan yang gue saksikan sendiri. berat dan marah!
Kenapa sih, ada aja yang enggak tahu kenapa terjadi diantara gue dan dia. Ini udah keterlaluan menurut gue! Enggak fair, why you say nothing??

GUE MARAAAAH semarah marahnya. Kesel. Sedih. Pusing. SHOCK.
Sebenernya ini semua kenapa?? apa sih yang bikin lo begini?? say to me!!
Please, it's so hard! so hard to forget. coz i can't to understand, what happened between us?

Okay, percuma gue marah tanpa penjelasan. Kenapa gue mau bercerita? karena ini obat buat gue!
OBAT. iyeeeks.

Sekitar akhir maret 2009, gue dan temang angkatan gue LTR/LZR 10 pergi study tour ke jogja selama 4 hari 3 malam (termasuk perjalanan). Nice trip! I love jogja anyway. Setelah pulang, enggak tahu kenapa, sahabat gue enggak ada kabarnya. Ini aneh. Biasanya dia sms, wall, apapun itu. Tau tau, pas online chat entah fb, msn, ataupun yahoo. Selama 3 hari dia enggak bales sm sekali. Gue bingung banget.

Senin pun tiba, gue masuk sekolah. dan seperti biasa dateng aga mepet. Upacara, anak-anak udah di lapangan, dia juga udah (sahabat gue.red). Gue nyapa dia, as usual, tapi dia tiba-tiba ngejauh dan diam. ANEH! gue bingung makin bingung banget.

Dari situ gue diem-dieman. Apalagi kondisinya saat itu gue lagi sakit. Gue enggak ngerti. Gue sms dia, dan enggak dibales, chat juga gitu. Wall di fb, message, semua deh, sama aja! i've got nothing.
Gue coba nyamperin dia pulang sekolah, karena gue sama dia beda kelas, dan dia ngehindar. Bahkan dia enggak mau ngeliat mata gue. Enggak mau ngomong, Sampe gue main tarik-tarikan, tapi percuma, dia tetep diam.

Sehari dua hari seminggu sebulan dan sekarang udah masuk bulan ketiga dengan situasi "perang dingiin" ini. Enggak ada hasil yang memuaskan. Gue udah coba nyamperin (lagi), nelfon, dan semua hal yang bisa dilakuin, tapi nihil. Gue udah minta maaf, meskipun gue masih belum tahu salah gue apa, dan dia enggak sekalipun bilang iya. Bahkan ngasih alasanpun enggak.

Banyak yang nanya, "Ket, lo sama si **** kenapa?" gue cuma bisa mengangkat bahu dan bilang enggak tahu. yang lain cuma bisa memasang tampang makin bingung, kok enggak tahu? "Ket, lo berantem sama si ****?" ada lagi yang bertanya, gue cuma bisa bilang "enggak ngerti deh gue", gue aja enggak ngerti apalagi orang lain!

gue udah nyoba minta bantuan temen gue, dan enggak ngebantu apapun hasilnya, sahabat gue (masih?) cuma bilang "enggak ada apa-apa". Selama ini gue sama dia deket banget. Gue sering banget nyangkut dirumahnya pulang sekolah, gue nangis ke dia, gue cerita ketawa-ketawa sama dia. Dia sahabat yang berarti banget buat gue. Gue selama ini berhasil dengan dukungan dia. Dan gue enggak ngerti dia kenapa sampai kaya gini?

Gue enggak tahan, gue cerita sama seorang temen gue di kelas, bahkan gue samapi nangis karena enggak tahan kayak gini. SAHABAT itu penting banget buat gue. Enggak semua temen deket itu sahabat buat gue. Gue nangis bahkan depan sahabat gue juga, tapi dia enggak lihat atau pura-pura enggak lihat. Enggak ngerti deh.

Gimanapun dia sahabat yang pernah gue miliki dan gue ngerasa dia yang paling deket sama gue. Tapi entah apapun alasan itu, gue cuma enggak pernah berharap akan separah ini. Kondisinya bentar lagi dia ulang tahun, bulan depan. Bisa apa gue?

Yang sebenernya bikin gue marah saat ini adalah, ketika gue tau dia ngeremove gue dari fb-nya. Aneh! Baru 3 bulan kemudian dia ngeremove! Tapi gue enggak rela. gue cuma mau ini berlaku kalau gue udah dapet penjelasan.

Heran yaa, gue kayak ngemis-ngemis gitu. Ini bener-bener bukan gue banget! Sayangnya gue enggak pernah rela kehilangan apapun yg ada dalam hidup gue. Gue cuma mau persahabatan gue balik. Gue mau dia cerita-cerita lagi. Gue enggak mau dia ngerasain apa yang pernah bikin dia nangis lagi. tapi ini enggak semudah jalan cerita di dongeng. Semakind ewasa semakin rumit.

Semoga ada jalan untuk semua ini, suatu saat nanti.
I just want my friendship back, my best friend back!
hmmm. entahlah.

Tuesday, June 16, 2009

65 cup dan liburan sejoli


Terkadang kita suka lupa diri. Yeah! Lupa akan seharusnya dan semestinya apa yang kita lakukan dengan limit serta fungsi yang kita punya *limit dan fungsi bagian pembahasan matematika, :D*

Gue belakangan mulai enggak terkontrol. Secara fisik nampak baik-baik saja *dan selalu nampak sangat baik saja* sedangkans esungguhnya sudah roboh, ck. Apalagi secara psikologis, hmmm, mengalami gangguan tingkat kelelahan dan kejenuhan serta stress tingkat tinggi. Dan tetap HARUS menjalani hari padata dengan biasa dan berkualitas BAIK meski sedikit maksain.

Ngeek ngook. Yang jelas gue bener-bener mau menghabiskan LIBURAN ASLI gue tanpa ada gangguan apapun soal sekolah, apapun, dan tanpa terkecuali. Pasalnya, semenjak gue SMA di SMA Negeri super streng nan unik berarsitektur dengan seni memukau yang memajang tangga cantik di luar, pas diatas gerbang.

Berflashback ria, waktu kenaikan kelas dari kelas 10 ke kelas 11, enggak sama sekali gue bisa menikmati kata libur. Jangankan untuk libur, untuk memepersiapkan perlengkapan sekolah kelas 11 pun enggak sempet. Kenapa? Karena liburan tahun lalu gue lewatkan 10 hari di hall kebun jeruk untuk menyukseskan acara arteri cup superman. yep, gue panitianya.

Acara tahunan 65 itu emang numpuk di akhir periode OSIS alias setiap mau pergantian tahun ajaran baru. Jadi pas liburan waktu bakal tersita buat kepanitiaan ini itu. Sebel dan capek. Seru sih, setidaknya enggak akan sia-sia waktu lo, dan pasti happy. Tapi enggak bisa menuhin istirahat yg lo butuhkan.


Bersyukur tahun ini 65 cup atau arteri cup jatuhnya seminggu sebelum libur. Jadi libur gue cuma kepotong 2 hari. Sisanya bebaaaas! Yey. Dan gue enggak mau dua hal *65cup dan liburan* itu gagal atau terganggu. Amin.

65cup tahun ini merupakan tahun ke tiga, sekaligus tahun spesial enggak pake telor. Kenapa? Karena berhasil menggaet walikota dalam acara ini. Namun tanggung jawab juga semakin berat, cuma karena ini tahun gue, alias tahun yang kelas 2 jadi semangat berkobar. Meskipun harus gue akuin sejujur-jujurnya, angkatan gue enggak solid. ENGGAK SOLID.

Enggak jarang juga gue nemuin forum dalam forum, sedangkan ketuanya yang menyebutkan "TIDAK ADA FORUM DALAM FORUM" justru salah satu provokator terbentuknya forum dalam forum. Enggak maksud sindir menyindir, cuma mengeluarkan keluh aja.

65 cup tahun ini memiliki banyak cinta..
Kok bisa? Bisa lah! Pertama, si juru design aka orang-orang kepercayaan kita soal design mendesign dalam acara ini akirnya jadian sama salah satu panitia, sebut saja INDAH (nama sebenarnya). Lalu juga sempat antara si Inti--yang jatoh naik motor matic-- sama si itu tuh --tidak bisa diidentifikasikan-- karena antara keduanya sampe berita ini menyebar dan disebarkan dalam kondisi "PANAS".

65 cup, HUGE SHARK.. Tema tahun ini, dengan lambang ikan hiu. Yang ternyata sangaaaat keren untuk acara ini. hehehe. Acara ini akan mulai tanggal 23 Juni 2009 kembali terdepak sehingga nyangkut di Hall kebun jeruk. yeeaah.
Doain yaaa :)

65 cup ngajarin gue banyak hal. selain gue harus lebih sadar diri, bisa tahu mana kawan mana lawan, dan tentunya teman-teman dekat baru. Time is never can stop. Just enjoy it. Go sixtyfive go!


Wednesday, June 10, 2009

permainan dan dipermainkan saat bermain

Aku jatuh cinta...
bukan pada angin
juga bukan pada debu yang memelukku tiap langkah

Aku tergila-gila...
Bukan karena parasnya yang menawan atau perlu ditawan
juga bukan karena rayuan senja yang mengalun

Ini soal rasa yang terlalu tidak sabar
mengawang hingga lelah sendiri
berharap terlalu banyak
Hingga langit tak lagi muat untuk menggantungnya

Terlalu bersemangat dan menggebu
tak sadar yang berkendali 'BUKAN AKU'
Ini permainan dimana aku bermain dan dipermainkan
Ini bukan lelucon yang kuendapkan lagi

Salah siapa??
Dia tak ada ubahnya layak seekor rubah
berlari kesana kemari
tapi menggoda, mendesir sepiku

Terlalu gila!
Aku terjebak dalam jebakan yang kubuat.
Aku selalu menang dalam tiap langkah
tapi kalah dalam kelancarannya

Aku yang mengatur skenario, tapi dialah si sutradara

hey man!
Kesabaranku habis...
tapi kali ini aku tak bisa lepaskan

Thursday, June 4, 2009

Bongkar Gudang : Cinta Cinta kacangan di obral.

Hmmm. Kita bicara soal cinta. Gue bukan seoarang ahli dalam percintaan.Gue juga bukan orang yang doyan mengagung-agungkan cinta. Tapi gue tahu apa yang mesti dilakukan sama cinta. Bukaaaan mas bukan! Ini bukan cinta di film ada apa dengan cinta yang jatuh cinta sama si rangga. Ini juga bukan cinta biasa seperti yang dinyanyikan mas Afgan. Bukaaaan, bukan itu!Kita mulai darimana yaa?? HMMm.

Ada banyak pengalaman cinta. Hell yeah! Gimana kalau di mulai dari kisah cinta buta. Ya ya ya, gue selalu buta ketika jatuh cinta. Ada aja kebodohan yang gue sahabati saat jatuh cinta. Misalnya?? Misalnya jatuh cinta sama orang yang sama sekali enggak di kenal, enggak di msn, di fb, apalagi langsung, ketemupun belum. Namanya apa? GOBLOK! absolutely yesss. That's right babe. Apalagi kalau ternyata orang yang gue jatuhi cintahi bertampang biasa aja *enggak bisa di bilang ganteng, jauh dari Daniel radcliffe, dari Richard Kevin, dari Kevin Aprilio, dia kalah jongkok deh!* tapi gue heboooh cintah parah sama si antah berantah satu itu.

Apa hubungan cintah itu berjalan mulus? Of course NO! menurut lo?? How can gitu. Kenal juga enggak. Ups, please don't ask what you want to ask. Enggak akan ada bocoran kalau gue tau dia itu sebenernya dari album foto temen gue. gue enggak akan kasih lo tahu kalau gue tahu dia dari album foto temen gue. Enggak akan gue kasih tau! lalu kenapa bisa jatuh cinta? Gue bukan dukun, mana gue tahu. yang jelas ini aneh bin ajaib.

Lanjut ke cerita berikutnya... Cinta yang mana lagi yang akan gue asah kebutekannya? Yang hmm.. Okay, gue tipe orang yang ganmpang suka dan gampang lupa. Kenapa bisa begitu, karena belum ada yang bisa beneran ngegaet hati gue *sombong, sok keren, sok cantik, hueeeks!*. Jadi yah kerjaan gue cuma bermain-main. Main-main yang serius. kalau dapet ya syukur kalau enggak yah mari memancing ikan di tambak lain. Jangan di buat pusing. Kisah berikutnya ya tentang cinta. Cinta asal-asalan. kenapa begitu? Karena begitu adanya. *Apesihloooee?*

Sebenernya gue juga enggak tahu dia kayak gimana, dan nomor hpnya berapa, hobbynya apa. Yang gue tahu cuma nama panggilan dia siapa, rumahnya dimana, nyokapnya siapa. Selebihnya? Silahkan mengaraaaang bebas. Serius deh emang kaya gitu. Hmmm gue baru ketemu sekitar dua kali. Pertama kali malu banget. (buat yang kenal gue pasti tahu, gue bukan orang yang pemalu, malu-malu anjing, yang ada memalukan!) Pertemuan kedua agak lebih mencair, lebih santai, dan cuma sedikit jaim. Dan di pertemuan kedua dia lebih okeee, lebih keren, lebih lah pokoknya. And gobloknya adalah, kejaiman gue yang sedikit itu membuat gue kehilangan kesempatan panjang. TOLOL. Waktu dia nanya fb gue apa, gue cuma bilang cari aja ketty, dan waktu dia nanya, kettynya tulisannya gimana, gue diam. Ketty cathy katie katty catie. Semua sama kan ketty juga. Jadi yah, gue nunggu dua minggu friend request dari dia yah percuma. Kalau gue emang niat, kalau ada kesempatan ketemu lagi, barulah pasang aksi. Tapi kapan yaa?

Cinta yang berikutnya tentang cinta facebook. Nah ini lagi sangat meracuni gue. Kenapaaa? Yah itu lah ke latahan orang-orang. I waste lots of time in facebook. Najis ah! Ngejual diri banget di facebook. Enggak dari masang update status yang menggelitik, sampe ngeadd orang-orang. It's a stupid thing. Dan gue enggak tahu kenap sedang sangat terobsesi dengan beberapa nama sekolah, yang mungkin enggak banyak orang-orang lingkungan gue yang tahu. *Iyalah anak barat, enggak begitu tahu daerah lain nihh* Suatu saat, sedang bosan gue di sekolah, gue ol f dari handphone, canggih lah kaman sekarang!

Di notification gue, ada beberapa confirm friend request. Gue lihat lah satu-satu. Ada yang lucu, ada yang keren, ada yang kharismatik, ada yang asik. Jatuh cintalah gue dengan hal kecil kaya gitu. Tapi cinta-cintaannya ini beda. Cuma suka aja ngelihatnya, atau buka-buka album fotonya. Cuma sekedar itu. ENggak sampe gimana-gimana. Gue mengakui salah satu kegilaan maha dahsyat gue itu. Ckckck.

Berikutnya cinta yang sempat membuat gue gila. Hmmm, ini cinta yang agak berat sih yaa. Enggak sekedar-sekedaran aja. Waktu gue kelas 1, ada senior gue yang tampangnya lumayan, orangnya pinter, dan seru diajak ngobrol. Gue suka banget sama dia. Tapi enggak bisa deket. Ada beberapa hal yang enggak bisa juga gue pahamin. Lalu enggak berapa lama sering berbincang-bincang, tiba-tiba dia ngilang dan memutus komunikasi sama gue sama sekali. Gue patah hati, kecewa, marah bukan main. (Kalau di pikir-pikir sekarang, gue dulu marahnya karena apa yaa? Enggak jelas banget.) Lama kayaknya hampir 9 bulan gue enggak bisa lupa dan lepas dari si dia. Enggak juga nemuin pengganti. tapi ternyata gue malah ngerasa konyol.

Seleas dari itu, cinta pertama cinta monyet, cinta kebodohan gue. Serius ini super bodoh! Dulu, pertama kalinya gue serius kenalan sama kata sayang cinta dan suka sama lawan jenis itu keals 1 SMP. Dengan gaya dan pengetahuan masih mentok tingkat SD, gue jatuh cinta sama seorang senior yang amat sangat nian populernya. Keren deh penampilannya. Tapi enggak kelakuan dan otaknya. NOL besar. Untuk mewujudkan penasaran gue atas perasaan gue, gue nyari tahu nomor hp dia lewat guru gue, wali kelas gue, yang juga baik banget. Okay, dulu pas SMP gue akrab dengan hampir semua guru. Ckckck.

Dari situ mulailah, kebodohan itu terjadi. Sangat bodoh. Sekali lagi sangaaat bodoh dan memalukan. Dari suka sms dan nelfonin, dengan nama samaran, dan sekali lagi mental kacang. Cuma berani di telfon dan sms doang. Ckckck. Bertahan dengan nama samaran yang mengada-ada, mulai berbohong dan mengarang cerita. Hell yeah, dia sebenernya tahu gue. Ckckck. Ini adalah moment cinta-cintaan paling memalukan. Smape-sampe kalimat yang paling gue inget, ada beberapa :
1. "Hmm EH lo itu polisi ya?" dengan bodohnya enggak mengerti maksud kalimat itu gue jawab, ' ya enggaklah, bukan.'
2. "Mantan gue yang anak sekolah **** ngajakin balikan tapi guenya ga mau. Hehehe" enggak ngerti kok dia bisa cerita gini yaa?
3. Ini sms yang paling gue suka. "Mba mba mba gue udah bangun kali mba. hwhwhw"
Haaah dulu gue melakukan banyak hal untuk dapat informasi apapun sekecil apapun tentang dia. Sumpah ini kebodohan yang mesti di berantas. Gue rela pulang telat, cuma demi nunggu kelas dia kosong dan kesana sama temen gue, meriksain bangku dan meja dia. You know what? gue menemukan bon. Bon apa? Bon pembelian cream masker rambut. Hueeeeks. Cowok? Yah enggak heran sih rambut dia keren, sempet mau ikutan iklan gel rambut katanya.

Sekarang kita ganti subjek, jangan gue terus yang menginjak harga diri gue sendiri. Ada temen gue lagi jatuh cinta sama seseorang anak sekolah negeri selatan. Mereka deket, sering smsan, telfon-telfonan, tapi enggak pernah ketemu. mereka mesraaa banget. (Istilah gahulnya, HTSan). Enggak lama dia cerita kalau si cowok berubah. Bla bla bla. Cowoknya sempet ngejutekin,. nyuekin, enggak asik deh. terus temen gue itu nanya, "gimana ya supaya dia tahu persaan gue, gue sayang sama dia." i just answer, "say it to him." hokeeeh!. Temen gue nurut, dan dia bilang dia mau ngomong sama tuh cowok kalau di sayang dan itu terakhir kalinya, dia enggak mau berhubungan lagi. Gue di suruh bertanggung jawab dengan usul gue, dengan cara nyusunin kata untuk ngomong itu ke dia. dan katanya adalah ... jeng jeng jeng jeng...
"I fallin to you, i'm in love, and i love you. But it's not easy to make you here with me. And I don't know what do you feel. How do i know the truth if you didn't say so. Just let it away with the windblows. So, i think, it's enough for us, and let it away forever."

Kesimpulannya, seperti apapun rasa cinta itu, jangan pernah biarin cinta mengalahkan logika. Enggak mungkin kita bisa hidup bahagia kalau cuma berlandaskan cinta tanpa embel-embel lain. Itu adalah hukum kehidupan, semua saling melengkapi. Kelengkapan itu termasuk di dalamnya logika. So when you love some one, don't be crazy, just let it flow, and make it funny story to remember. ya ya ya. jangan berbodoh ria seperti gue. Karena gue enggak suka di tiru. ahahahaha. (ssst, kesimpulannya enggak ada dalam uraian.) Biar aja cinta itu menjalar, biar aja cinta itu berkoar, yang penting kita tetap belajar. Banyak hal bodoh yang membuat aku belajar. Dan cinta bukan lah segalanya. Cinta itu adalah unsur sentralis yang saling melengkapi. Enjoy your love.

Tuesday, June 2, 2009

Ketagihan Membodoh

Hari ini...
Hari ujian ke dua.
Kalau kemarin gue enggak tau masuk jam berapa dan ngeri kesiangan, hari ini gue malah sengaja bangun siang. Ngantuuuk bos!
Sampai sekolah, naik tangga dalam *fyi: tangga di 65 cuma ada dua, satu tangga dalam dan satu lagi yang jadi ciri khas, tangganya diluar. Begitu gerbang langsung tangga.* dan menemukan setengah (cewek-banci-cowok) ngedeprok di beranda ruang 7 dan 8.
Ada yang tiduran (ssst itu tono ivon) ada yg duduk bengong, ada yg belajar *yeah masih ada yg rajin!*. Gue langsung ikutan duduk bengong dengan tas masi di pundak.

Enggak lama bel berkoar. Sial udah masuk aja.
Pelajaran pertama, GEOGRAFI-kramat!
Berharap banget pelajaran krusial gini dapat pengawas yang yummy.
Syukurnya, dewi fortuna *bahasa gue jadul* berpihak pada ruangan gue.
Yang ngawas Bu Dasmaral dan Pak Satya (sedikit flash back tentang pak satya, tahun lalu waktu ujian semester, gue masih kelas satu, dia ngawas di ruang gue dan tiba-tiba aja ada hp yang berdering dengan ringtone "IDOLA CILIK" dan itu milik bapak buncit satu itu, pak Satya)
Bu Das dan Pak Satya asiik banget ngasih kesempatan nanya.
gue bisa nanya sekitar 3-4 soal geo ke pram yg gue ragu.

SIALNYA!!! Pelajaran ke dua itu agama, dan enggak ada istirahat langsung di sambung pelajaran ke dua, beda sama jadwal kemaren yang istirahat dulu baru jam kedua.
Gue PANIK! Maaaan, agama enggak sama sekalipun gue baca.
SAMA SEKALI. Kiamat lahhh. 3 bab gitu, bengong gue.
Lagi lagi gue menengok ke belakang, "Pram!.." Pram kembali memandang ke arah gue dari kertasnya, seraya menepuk tangannya "Gue bergantung pada lo yah! Gue belom belajar! siaaaal."
pram cuma senyum-senyum agak malas juga, pasti kebayang berapa persen jawaban yg akan gue tanya.
Apalagi, pas masuk kelas dan gue menyapa dia dengan kalimat super manisss!
"Pram nanti bahasa jepang gue serahkan ke lo ya. hihi"

Walhasil, bener aja, agama gue banyak ngasal dan enggak mau ngebahas, enggak lupa banyak nanya juga. Pram tengkiyuu. Nilai gue aman, dikiiit pram. hihi.
Bel istirahat berdering, gue sekelas udah pada keluar. Meja belakang gue yang di kerumuni Pram *pastinya*, mayang, ayib, septi, rendy masih ngebahas soal AGAMA. Oh God, please deeeh, enggak usah debat mending belajar. (Kaya gue dong! Enggak belajar.)
Bahasa jepang memasuki waktu eksistensinya.
Cuma 30 soal.
Baru nomor 4 aja gue udah ngantuk parah.
Gue paksain baca soal sampai nomor 30.
Ada sekitar 9 soal yang gue enggak isi.
Gue langsung meletakkan pinsil sekaligus meletakkan kepala.
Hmm, sekitar 10 menit gue ketiduran. Hoaaam.
begitu bangun, hal yang pertama kali gue lakukan adalah nengok ke pram.
"Pram.." pram diam enggak dengar. "Praaam."
"Ya?" gue langsung memiringkan sedikit badan gue biar lebih mudah.
"tujuh sampai sebelas pram."
e-b-a-bla bla bla.

Sebenernya, gue masih punya banyaaaak banget waktu buat nanya semua jawaban, tapiii males. Masih ngantuk.
Akhirnya gue malah ngobrol sama Pram, dan lucunya pak Jumino enggak negur, karena ngerasa gue sama pram sama-sama udah selesai.
Tiba-tiba hp gue berdisko, merinding-merinding ngagetin.
ternyaataa dari Jundiah, dia ngirimin jawaban 1-30.
Mubazir, kalau ada teman baik terus gue acuhin.
Yasudah, gue buka lagi lembar jawaban gue. Dan gue samain jawabannya sama yg di sms.
Ahh! bener ada yg salah. Sekitar 5 soal yang salah.
gue benerin dan langsung keluar. Pulaaaang.

Pulang sekolah gue ke kantor kawanku dulu, mau nyerahin design iklan.
Sampai disana, gue masih ngobrol sama mba muti, dan ngebaca majalah BOP.
majalah luar. Sampai halaman akhir gue baca, gue nyaris muntah! Pasalnya isinya cuma orang yg sama dari halaman ke halaman. Selena gomez, Demi lovato, Vanessa Hudgens, Zac Efron, Taylor lautner, Robert Pattinson, Jonas Brother's, Taylor swift, nathan kress, Miranda *lupa nama panjangnya*, sama miley cyrus. Cuma itu...! hueeeks bosen banget!

Selesai ngasih materi ke kak tanya, gue ke kak zoya, nyampah, terus ke kak marti and kak ningky. Berkat mereka, gue dapat masukan buat nyari endorsement buat antalogi cerpen ccw. Gita gutawa, mau di coba minta kesediaannya tanggal 9 nanti.

Berhubung hari ini gue enggak di jemput, maka gue pulang cepet, padahal baru setengah tiga. Maklum besok masih ujian. Gue keluar dari gedung Bumi Daya Plaza menuju halte Tosari. Gue melihat bus patas AC yang (tadinya) gue yakin 44 ke arah ciledug. Pas gue naik dan nempelin pantat, ternyata ke arah ciputat. Goblok!!!
Turun lah gue di halte dukuh atas, mestinya 44 lewat sini juga.
Tapi udah 15 menit nunggu, enggak nongol juga. Maka gue milih naik busway ke halte gelora bung karno.

Untungnya, selama nunggu 44 di halte gelora bung karno, gue di temenin ditha. Ditha love you so much!!! xoxo. Sampai akhirnya datanglah si babon 44. Gue naik, agak ramai tapi masih ada bangku kosong. Gue minta bapak-bapak geser supaya gue bisa duduk. Dan dia ngejawab pake bahasa inggris, gue enggak ngeh dia ngomong apa. yang jelas gue duduk di tengah. Dan masih tetep on the phone sama Ditha. Masih ngomongin antalogi ccw.

Entah mengapa, bapak-bapak bule di sebelah gue enggak berhenti ngoceh dengan bahasa asing yang kayaknya bukan inggris, bahasa planet deh. Gue cuekin, gue tetep on the phone. Terus dia nyanyi ga jelas, masih gue cuekin. Sampai akhirnya, daerah kebayoran, mas mas sebelah gue mau turun. Sok gue bilang ke bapak-bule ga-jelas itu "excuse me." dia nengok dan bilang, "mau turun ya?" gue shock!!! Anjriiit nih orang, kenapa dari tadi pake bahasa planet sih.

Gue parno, gue pun ikutan bangun dan keluar, enggak mau duduk disitu lagi. Setelah udah jauh, gue dapet duduk agak depan. Dan hidup gue aman. Siaaaalaaan. Jujur yaa, gue parno abis samping tuh bapak-bapak. Meskipun sikap sok cool dan senga gue pajang tetep aja aslinya gue ciut. Gue tetep serem. beneraaan deh, kalau lo di posisi gue, lo bakal tahu, betapa enggak nyamannya gue saat itu. Untungnya gue sampe rumah dengan selamat tentram damai utuh. thanks God.

Sekali lagi, hari ini gue isi dengan ke begoan gue. Pesen gue, mending hati-hati naik bus, jangan sampe salah. kalau sekali salah bisa berantakan buntutnya. Ya ya ya. rencana bobo siang gue rusak deh gara-gara bapak-bule-ga-jelas-aneh itu!

5. Vinka and her diary

Dear diary...

Vinka hari ini menghadiri acaranya Derio.
Ya ampuuuuuun! Untung aku dandan dan enggak tampil cuek bebek.
Derionyaa... GANTENG BANGET dengan jeans, t-shirt, and blazer.
Wanginyaaa hmmm sexy and cool gitu deh.
Dan yang namanya Nando ternyata keren juga.
Semua teman-temanya yg cowo keren, yang cewe cantik. Untunglah aku enggak kebanting :)

Aku juga di kenalin Derio ke pacarnya, Sonya. Aga arab turki gitu sih, cantik dan manis. Ramah pula.
Cocoklah sama Derio yang ganteng. Tapi jujur, hatiku teriris, dan ciut juga.
Aku kalah jauh sama Sonya.

Oh yaaa, tadi aku hampir jatuh di taman karena kepeleset, tapi aku di tolongin sama cowo songong yang ramah.
Blasteran Inggris-Itali-Batak gitu deh dia, namanya Feburo.
Aku enggak ngerti deh, diary.
Tiba-tiba aja Derio dateng dan narik aku masuk ke dalam waktu aku lagi ngobrol sama Feburo.
Dia kayak marah gitu. Aneeeh deh.

Terus tadi aku pulang di anter sama Nando.
Dia wangiii banget. Aku suka sama cowo yg wangi.
Aromanya fresh tapi enggak bikin mabuk.
Diary, tahuuu enggak sih. Tadi Nando juga ngajak aku makan dulu.
Dia kelaperan banget katanya. Ngeliat dia makan yang banyaak banget.
Sssst dia mesen dua porsi soto madura ckckck.
Aku jadi ikutan laper dan makan deh.
Nando juga ternyata seru. Hmm dia oke juga. hihihihi.

Aku kok jadi enggak terlalu mikirin Derio yaa Diaryku?
Gawat nih! Tandanya aku enggak setia tapi bagus juga sih, berarti aku enggak perlu bersakit hati ria. hehehe.
Aku capeeek banget nih, diary. AKu bobo yaa.
AKu mau mimpiin Derio, Nando, dan Feburo dulu ya. *maruuk*

4. Vinka and H-1 Derio's event

VINKA lagi-lagi dilema.
Undangan dari Derio, besok malam.
Mesti pake baju apa?
Casual? Feminine? Boyish? Glam? aaaarrrgghhh!
Udah seharian ngubek-ngubek lemari, belum pas. enggak PD.
Yang biru, kurang oke sama kulitnya yang sudah mulai makin coklat.
Yang merah, terlalu terbuka.
Yang hitam, rendanya bikin risih.
Bingung. *ciri khasnya Vinka banget*

Disaat kakinya baru aja menduduki singgasana di ujung kasur, getar-getar gimana menggoda Vinka.
Ada telepon.
"halo..." jawab vinka asal.
"Hai ms.Vinka." suara cowok yang berat serak tapi ceria.
"Hmm, ini siapa?"
"Derio Handoyo, ingat?"
"Enggak..." dag dig dug
"ahh serius lo ga inget?" Derio mulai kecewa
"Inget deng! masa iya gue sepikun itu. hehe. ada apa?"
"enggak, cuma mau friendly reminder, besok jangan samapai enggak dateng ya."
"Hmm.. oke,gue usahain yaa."
"WAJIB DATENG VINKA."
"Iyaaaaa iyaaa iyaaa"

Vinka masih belum bisa tidur, meski matanya sudah berat.
Suaranya derio masih terngiang-ngiang. Segitu pentingkah kehadiranku besok? batinnya.

3. Vinka dan Undangan yg aneh

VInka sibuk membolak balik halaman majalahnya.
Ada yang nyangkut di otaknya sampe-sampe enggak bisa menikmati tiap suguhan dimajalah.
Sekalipun ada profil cowok ganteng yang bikin ngiler sampe kering.
Matanya saja yang terlihat menyantap pemandangan di kumpulan kertas itu, pikirannya masih estafet sana sini.

Masih beratanya-tanya. Soal apa? Pastinya hal yang dominan di diri seorang cewek.
P.E.R.A.S.A.A.N.
Catet perasaaan!
Masih bingung ini namanya apa?
sayangkah? cintakah? naksirkah? sukakah? begokah?
Binguuuung!

"Ya Tuhaaaa. mesti berbuat apa aku dengan perasaan ini?" batin Vinka bimbang.
"VINKA REVIZINITA. Sedang apa kamu?! Sudah membaca majalah, bengong lagi! KALAU KAMU BOSAN< ya enggk usah sekolah. PAHAM?!" Vinka melonjak dan reflek melempar majalahnya yang tadinya nangkring di pangkuannya.
"Ma ma maaaf yah Pak. Sa sa sayaa lagi enggak waras." ujarnya panik sambil berdoa semoga majalah yang di beli dengan uang seratus ribu terakhir di dompetnya bulan ini engak angus gitu aja. Maklum majalah luar, jadi enggak seenteng membeli kacang goreng.
"Kamu enggak waras? KOK BARU SADAR SEKARANG?? KEMANA AJA KAMU!!!"
"Lah pak, saya kan enggak warasnya kadang-kadang doang." sahutnya sambil merungut. Punya guru kok enggak asik banget. Umur doang muda, 25, tapi pikiran kolot kaya dodol.

Berakhir Vinka keluar dari kelas lengkap dengan majalah dan handphonenya.
Lolos dari ancaman maut majalahnya itu,
Tapi ternyata otaknya masih skarat stadium 4. Masih enggak bisa diusik.
DERIO HANDOYO.
Cuma satu kan penyebabnya?
SIMPLE aja.

Tiba tiba kantong kemeja di guncang oleh kehebohan getaran dari handphonenya.
Ada panggilan mauk.
Nomor yang asing. enggak dikenal.
SIAPA? MAsih belom tahu.
"Halo.." jawab vinka ragu.
"Hai.. hmm, ini vinka bukan?" suara seorang cowok yang lembut tapi berat.
"Eh, iya. Ini siapa yaa?"
"Gue Nando."
"Nando mana ya?"
"Hmm temennya Derio."
"HAH?" Vinka mau pingsan rasanya *lebay* kaget aneh bingung.
"Kok kaget banget gitu sih? haha"
"Hmm ada apa yaa?"
"Enggak sih, gue cuma mau nyampein undangan aja nih."
"Undangan apa yaaa?"
"Undangan pernikahan."
"Apa? Siapa yang nikah? Lo?"
"Bukan, tapi.. Derio."
"haha serius lo dia nikah?"
"Menurut lo? Ya enggak lah. Ini undangan syukurannya Derio untuk pameran fotografinya. Yah dia kan hobby motret tuh."
"oh ya? Gue baru tau."
"Ya lo kan baru kenal sama dia."
"Hmm, tapi kenapa gue di undang yaa?"
"Kalau itu gue enggak tahu. Pokoknya di daftar yang mesti due undang dari Derio ada nama lo."
"Oh oke deh. Makasih ya."
"Sama sama."

Vinka hanyut lagi dalam lamunannya.
Kenapa dia di undang? Tau darimana nomor hpnya?
Harus dateng atau enggak?
Huhf!
Derio derio. cukup dong ganggu hidup guenya!

Timbul satu pertanyaan baru lagi. "GUE MESTI DATENG GA YAA?" gusarnya dalam hati.
detak jantungnya udah ga normal. Kebat kebit enggak jelas. ampun!

2. Vinka and dillema

Search : Derio Handoyo

Add? jangan? Add? Jangan? Add? Jangan?
Jangan? Add? Jangan? Add? Jangan? Add?
Vinka masih membekukan jari telunjuknya diatas mouse.
Dengan sekali ketukan saja, akan ada sesuatu yang berubah.
Nekat atau jangan?
Pertimbangannya : Kalau nekat, dia bisa tahu lebih banyak tentang Derio, kalau di confirm friend requestnya, dan dia punya kesempatan lebih besar bisa ngobrol dengannya.
Kalau jangan, dia bisa terbebas dari prasangka (kalau) negatif, kalau Derio mikir dia kegatelan, atau genit, atau ngefans. tapi resikonya, dia enggak akan pernah bisa ngobrol banyak sama Derio.
Kalau di add ya siap terima pahitnya juga sih. Who knows?

'Ayo Vinkaaa, it's easy. Just click and everything gonna be alright.' Vinka berusaha meyakinkan dirinya lagi.
Nampak ragu dimimik Vinka. Pasalnya timbul puluhan lipatan tak berdisiplin di keningnya.
"Bismillahhirohmannirohiii
im" klik.
Vinka berhasil melawan ketakutannya. *gitu aja kok repot*
Vinka harap-harap cemas.
Derio, i just want to get closer.

It's not a real Vinka.
Vinka gadis rame yang bawel dan berani.
Masa ciut sama hal kecil kayak gini?
Vinka beralih dari komputernya.
Kasur terasa keras kala gusar.
Padahal kasur Vinka kasur merk terbaik di dunia.
Matanya tertuju pada manik mata boneka sapi raksasanya, Bona.

"Bona, aku salah enggak sih nge-add dia?"
"Akuuuu enggak bisa lupa bayangan Derio. Akuuu..." kalimatnya terhenti ketika suara pemberitahuan notification fesbuknya menyela.
Dengan sigap ia kembali bercinta dengan komputer.
Ragu kembali melanda.
'Ini bukan confirm Derio kali,nka! Jangan kebanyakan berharap deh.' keluhnya.
putus asa.
Ia mengklik warna merah itu.
Vinka and Derio Handoyo are now friends.
Huaaaaaa!
Belum siap untuk sadar dari gembiranya.
Kembali ada bunyi yang memaksanya konsen pada komputernya.
Chat.
Derio Handoyo.
'is it real?' seraya tamparan dari daun tangan kanannya menghigapi pipinya sendiri. *pelan kok, sakit kali*
Getaran dahsyat menyelubungi Vinka.
Gemetaran.

Derio : Hai, ini Vinka yg kemaren y?
Vinka : Hai, iya nih. Inget ajah. hihi
Derio : Thanks for the add ya, nka.
Vinka : u r welcome :)
Derio : Gimana tugasnya?
Vinka : ehmmm, lumayanlah.
Derio : Belom selese?
Vinka : Blm lah, masi byk tau
Derio : Sukses ye
Vinka : Makasi Derio
Derio : Rio aja panggilnya
Vinka : Oke dech, Rio. :D
Derio : lagi ngapain?
Vinka : cm ol fb sama msn ajah. Rio?
Derio : Lagi nunggu pacar sms nih. hhe

Krak. Krek. Krik. Krek
Patah-patah lah hati si bunga Vinka.
Vinka Gladys patah hati. hiks hiks hiks.
He had girlfriend.
oh mai gooot!

Derio : besok minggu kmn nka?

Vinka hanya memandang layar dengan lesu.
Hancur hancur hancur hatiku. *lagunya olga yeaaah*
Semangatnya merosot hingga kekepala semut.
Kisah cintanya kandas saat belum dimulai. Ironis.

Derio : Vinkaaa? r u there?
Vinka : Yes, but i'm on the phoe. so chat later yaa
Derio : Oh ok, nice talk with u. bye
Vinka : Bye

Hanya sampai disini?
Rio. Derio Handoyo.
Ternyata hanya jadi angan-angan.

dipandanginya sesaat profil picture Derio.
Lucu. Senyumnya lepas dengan lesung pipi yang manis.
tapi tetap cool dengan matanya yang dingin.
'Harus kah aku remove dia?' bimbang lagi. lagi lagi bimbang.
'Ya enggak lah odong!' hati kecilnya berkoar.
tapiii...kan dia udah punya pacar.
'kalau dia punya pacar, lo jadi enggak boleh temenan sama dia?' hatinya lagi-lagi berdecak.

kali ini ia terganggu lagi.
Oleh panggilan dari msn chat. Kenapa?
Ada friend request juga rupanya.
anak.handoyo@live.com
hah?
Itu msn nya siapa?
Handoyo? gampang ketebak. Pasti Rio.
Yes or no? hmmm Yes.

1. Vinka Roadshow

huaaaam. perut laper. Rumah masih jauh. Langit sudah pekat.
Malam, jam menunjukkan pukul 21.30 WIB.
Vinka masih duduk di deretan tengah dekat jendela sebuah metro bus kota.(itu loh yang warna oranye)
Kaki senut-senut gara-gara enggak berhenti jalan dari siang.
Kerja keras banget hari ini.
Demia sebuah karya ilmiah mengenai pergaulan remaja untuk syarat kenaikan kelasnya, Vinka rela muter-muter jakarta.
Dari barat ke selatan ke pusat dan sedikit ke utara.
Menyambangi tempat nongkrong tersohor di jakarta.
Dari mulai yang murmer sampai yang mahalo gilalo.
Sendirian? Enggak kok.
Tadi ditemani Marina dan Sehra.
Tapi rumah mereka beda arah, jadi pulangnya berpisah.
Sebenarnya ini tugas kelompok, satu kelompok empat orang.
Tapi satu lagi, chifa lagi sibuk buat ujian TOEFL-nya.
Kuisioner dan handy cam.
Dengan muka tebal menghampiri gerombolan anak muda.
Vinka : Hei, permisi. Gue Vinka dari SMA Tentram 1. Gue lagi ngerjain tugas mengenai pergaulan remaja nih. Boleh ganggu bentar?
Cowok kribo yg lagi menyeruput teh botol : --ragu--
cowok mesos yg lagi sibuk smsan: --melirik bolak balik antara hp dan vinka--
cowok yg lagi ngerokok : Oh, okay, silahkan.
*itu baru tiga cowok*

Selesai tiga gerombolan disambangi.
Dengan sedikit penolakan untuk ngisi kuisioner yg bisa dipatahkan Sehra yang aga cerdik rayuannya, dapatlah video dan data kuisioner.
Ada yg narsis, ada yg risih, ada yg TP(terbar pesona).
Pindahlah Vinka dkk ke tongkrongan lain.

Bunyi ricik air mengusik Vinka. Hujan. Arrgghhh!
What the hell! Payung ga bawa, naik metro pula, yg jendelanya enggak bisa menampik air hujan.
Merelakan hoodienya untuk tersentuh air, Vinka kembali melamun.

Derio.
Salah satu responden yang ia temui dan wawancara,
Manis, keren, hmmm tajir.
Tapii, dia perokok berat --dari gayanya sih begitu, yg enggak berenti ngisep--
Sedangkan Vinka punya asma yg cukup akut.
*baru kenal kok udah mulai membayangkan pacaran?*
Derio.
Untung tadi sempet minta facebooknya, dengan dalih untuk data.
Tapi Vinka kembali ragu..
Add atau enggak ya?
Hmmm.

Monday, June 1, 2009

Final Exam-first day

ya ya ya, sudah memasuki bulan Juni di tahun 2009. Hmm, enggak berasa, ini penghujung tahun gue di kelas sebelas ips satu. Padahal ya, baru banget rasanya gue masuk dan di MOS. *sumpah MOS itu enggak akan terlupakan malunya gue pas di ajang kreasi!*

Hari ini, hari pertama final exam, final test di mulai. Dengan rasa malas super tinggi, gue baru berangkat dari rumah jam 6.30, dengan bekal keyakinan di bawah 60% bahwa pasti enggak telat. Dan sesuai pengalaman selama dua tahun, cukup kok buat gue (harusnya) sadar bahwa ujian masuk jam 7.30. Enggak telaaat yey!

Pelajaran pertama Matematika-shit!, bahasa inggris, dan MULOg-doubleshit!-Visual Basic. gue enggak tahu, apa cuma sekolah gue doang yang mulognya visual basic and program pascal. hmmm.
Berbekal persiapan yang enggak mantap, gue meyakinkan diri menghadapi soal matematika yang berjumlah 40.

bel berdering, dua guru pengawas pun masuk. Anjriiiit, kiamat deh! Bu Kholila dan bu Yuli. Fyi : bu Yuli guru Bk, dan bu Lila yang super cantik itu hmmm agak susah dan judes buat nyontek. Matematika+pengawas killer=kiamat. Untungnya rumus itu enggak semembunuh itu!

Soal hitungan belasan masih bisa di lewati dengan gamapang, puluhan awal agak mengernyitkan dahi, pulhan akhir...grrr taiiii!!!. Untung di belakang gue Pram (fyi Pram ini rangking satu di ips satu) yang baik hati mau ngasih gue gue jawaban buat dua soal yang enggak bisa gue kerjain dan enggak bisa gue asalin. thanks ya Pram, makibau. hihihihi.

Matematika berlalu, bahasa inggris terlupa, dan vb sialan!!!
Begitu soal mendarat di meja gue, hal yang pertama gue lakukan adalah melirik sekilas dan langsung menoleh ke belakang, mumpung gururnya lagi sibuk bagiin soal. "Praaam. ssst"
Pram yang sedang sibuk dengan bahasa Inggrisnya nyempetin ngangkat kepala dari ketasnya. "satu sama dua dong. hihihi" gue kasih cengiran bego gue.

Habis mau apalagi, gue udah optimis enggak bisa. Yah meskipun baca dikit-dikit sih, tapi soal pembukanya udah langsung struktur program coding, matilah! Gue enggak sedikitpun tertarik sama program komputer sejenis itu, jadi gue sama sekali enggak niat untuk memiliki nilai cemerlang, cuma berharap lewat skbm dan aman. Cuma itu.
Huaaah. Dan sekali lagi makasih buat Pram, hehe. Karena hampir ada 6 soal gue nanya mulu sama dia. Maksiih ya bung! Dan makasih juga buat jundiah yang sama sama tuker jawaban untuk beberapa soal. hihihi.

Yang asli banget gue rasain, gue enggak ngerasain stres nya ujian akhir kenaikan kelas. Aneh. Tapi justru ini yang bikin hasilnya lebih baik. So, thanks God, untuk semua kemudahan yang telah Kau beri. :)