Pages

Saturday, April 17, 2010

call me ms.Grey :D


Friday, April 16, 2010

Gue benci perpisahan, sekalipun itu bukan akhir segalanya

Yes, we are friends in all the way we have.
Yes, we are family in all happiness and sadness we have.
Yes, we are friends in all the situation between.
yes, we are family, because that we are.
Yes, now, the time is calling us to being mature.
Yes, we need to separate, but we dont need to forgeting each other.
It'll be hardest thing, to facing a good-bye-time.
you, and all of you, is the best things in the world.
Thanks God, i still alive, thanks God i have them, Thanks God.

Gue enggak pernah nyangka, waktu akan secepat ini menjalani hidup. Gue masih belum bisa terima sebenarnya soal akhir dari sebuah masa. SMA, sekolah menengah atas, masa terakhir dimana seseorang dinyatakan sebagai anak-anak dan setelah itu dia akan terus disebut orang dewasa, sekalipun mentalnya tidak mencerminkan. Seperti sebuah opera yang terus menguras tenaga dan emosi dalam jalannya, selalu membuat terkantuk-kantuk, membuat hati menegang, bahkan membuat senyum usah dihapus. Sayangnya sebah waktu di masa berseragam putih abu-abu itu telah berakhir. Dengan waktu yang kurang dari 365 hari smeua dinyatakan usai. Menjadi perjalanan terberat dan paling indah dalam sejarah. begitu pun buat gue.

Balada masa SMA. Seperti sebuah sinetron kedengarannya. Mungkir terbayang sebuah judul sinetron yang saking makmurnya mencapai season ke sekian. tapi ini berbeda. Objknya terus berjalan, bahkan kadang tidak terdefinisi. Gue sekarang diambang sebuah pertentangan soal perasaan. Satu sisi gue sangat senang menyambut sebuah libur panjang, di satu sisi gue berat meletakkan seragam dan mengucapkan perpisahan. Hari esok, tiada lagi umpatan, cacian makian, sumpah, dan serapah gue terhadap orang-orang dewasa yang membimbing ratusan murid dalam gedung persegi sempit berwarna hijau berlabel "SMA Negeri 65".

Sewaktu SMP, gue kaget mengingat gedung sekolah gue berlantai 4 dan luasnya bisa 3 kali gedung SMA gue. Lalu ketika SMA gue terperangkap dengan gedung dua lantai yang kalo buat mengulet setelah tidur saja mentok sana sini. Kecil. tapi jangan salah, hiruk pikuknya yang berada persis di garis nadi perekonomian jakarta barat membuatnya amat tersohor. Sampai gue keki sendiri mendapati tanggapan seseorang, "anaknya pasti pintar, soalnya sekolah disitu *menunjuk 65* soalnya yang masuk situ yang pintar-pintar doang." terharu? tersanjung? tersedak? tersandung!

Rasanya sekolah ini begitu sesak dan sempit. Denggan orang-orang penghuninya yang seperti sebuah boneka. Berlaju itu-itu saja! setiap langkah bersua lagi, lagi, lagi, lagi dan lagi. Rasanya bosan. Beggitulah hari-hari di murai kecil berwarna hijau, yang konon katanya unggulan Jakarta Barat ini. Dan lihat, hingga sekarang gue masih terus mencaci dan menyumpahserapahi sekolah gue. Gila! Tapi ini adalah bentukk kecintaan gue yang mendalam terhadap sekolah gue.

Rabu, 14 April 2010, jam 12.00 WIB. Hidup gue bagai tertohok. Ya, itu adalah hari terakhir gue mengemban kewajiban sebagai siswa SMA Negeri 65 Jakarta. Semua ujian telah terlampaui dengan manis, hanya tinggal menunggu hasil yang Insya Allah tidak mengecewakan pihak manapun. Amin.
Sekarang perpisahan benar-benar di depan mata. Sekarang gue juga belum tahu gue lulus atau enggak. Sekarang gue juga belum tau akan kuliah dimana gue. Masih ada dua minggu hingga pengumuman kelulusan, masih ada sebulan untuk pengumuman simak. Semoga Allah memberikan hasil yang paling tepat. AMIN.

Gue benci perpisahan, meskipun bukan akhir dari segalanya.
Gue akan sangat merindukan masa-masa gue tidur di kelas, enggak dengerin guru, bercanda, berbincang soal bahasan tujuh belas ke atas, ngatain orang, madol bareng-bareng, wisata kuliner, nyontek, sedih bareng. aaah. enggak ternilai harganya. Sekarang semuanya benar-benar cuma akan jadi kenangan. Harus siap menempuh hari-hari baru yang lain. beraaat sekali rasanya.

Sayang, semua teman-temanku, teman-teman SMA-ku, maafkan bila selama tiga tahun ini gue banyak salah, gue banyak bikin ulah, banyak berkonfrontasi. Terimakasih untuk semua pengertian,semua perhatian, semua pengalaman, semua canda, semua pelajaran, semua penghargaan. Sebuah kata-kata yang sulit terucap, tapi akan terus terasa, terimakasih.

Semua guru-guruku yang bijak dan sabar, mohon maaf untuk semua prasangka, doa, dan ucapan yang buruk. Maaf karena sebagai murid kami dan terutama saya kurang menghargai peluh anda. Terimakasih untuk semua ilmu, bimbingan, kesabaran, cerita, pengalaman. semua yang tidak pernah terbeli. Sekalipun berat, Terima kasih bapak ibu.

Waktu yang ada haruslah gue manfaatkan. gue benci melepas status gue sebagai anak SMA. Menjadi anak kuliah membuat gue merasa tua dan terlalu dewasa. kalau soal dewasa sih enggak apa, nah kalo tua? pernah mikir enggak sih, sedewasa apapun lo di SMA, lo tetap dianggap anak SMA, anak kecil, dan kita enggak suka itu. Tapi gue suka. Kalau udah kuliah, enggak lagi anka kecil. tapi orang gede, tua! Sekalipun sebenarnya bisa aja mentalnya engggak sesuai sama umur. gila! gue masih mau menjadi seorang anak SMA, tapi bukan berarti gue rela enggak lulus.

COMPLICATED!!!!

Selamat tinggal seragam putih abu-abu yang tersayang, selamat tinggal batik biru yang usianya belum genap setahun. Semoga kalian akan menemui aku semakin baik setiap harinya. Amin.

ini foto-foto yang diambil di hari-hari terakhir sebagai kelas 3. dari yang UN, pas intensif, yg US, dan ujian praktik. hari-hari yang gue rindukan.

Tuesday, April 13, 2010

minggu yang menyenangkan

Hallo hallo hallo my beloved folks.
How are youuuuuh? how was your day? i'm fine, i'm good, i'm sekseh *sampah!*
Anyway, minggu ini gue lagi menghadapi US alias eh alias ujian sekolah yang artinya, minggu depan saya sudah selesai sekolahnya. ahahaha. *chicken dance*
Nah nah, ini sudah hari selasa, berarti besok terakhir US-nya. wuhuuuuuu!
Senang sekali rasanya akan segera menemui dan bercinta dengan liburan. yeaaah!

apakah yang akan gue lakukan di liburan yang panjaaaang ini?
gue bakal nyiapin diri buat kuliah, tentu bersaha menembus kampus impian di Depok sana, atau scholarship ke luar, mau les bahasa inggris kilat, mau nulis novel, mau serius kerjain tulisan artikel, mau mendalami apa cita-cita gue, mau ngumpulin duit, mau ke bali, mau ngurusin BADAN. itu paling susah. ahahaha.
YAAAAA, gue mesti ngurusin badan!!
perihalnya, celana jeans gue enggak muat semua gara-gara gue enggak ngerem diri gue buat ngadepin ujian. ahaha. jadi enggak nyaman pake baju. *telanjang aja apa ya? hueeeks*
jadilaaaah gue mengutuk diri gue sendiri akan kebodohan gue membiarkan gue bak gajah sekarang ini.

nah nah nah, doakan saya yaaa! semoga lulus sekolah dan lulus UI yaaah. amiin.

by the way, sudah beli Hai magazine yang baru? yang terbit Senin 12 April?
sudahkah?

Thursday, April 8, 2010

pidato bahasa ujian praktek

Hello fellas, finally bisa ngupdate juga. Haha.
Semalem gue nyoba mau ngupdate, tiba-tiba tulisannya kaya ga sadar dan serem gitu.
Aiiih, terus gue ketiduran. Gue masih ga percaya kalo gue nulis itu.
Anyway, minggu ini gue lagi ujian praktek.
Nah baru aja gue maju praktek pidato buat b.Indonesia.
Meskipun pas maju enggak begitu lancar, tapi okelah. Cuma masih okean naskah yang gue buat. Haha.
Gue baru selesai bikin naskahnya udah disuruh maju. Dicoba aja belom. Ahha. Nih baca aja.

Ass wr wb

Yang terhormat Ibu Siti Zulaiha, yang terhormat Ibu Leni Marlina, yang terhormat Bapak Darmadi, yang saya sayangi teman-teman semua.

Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nya lah kita dapat berkumpul disini dalam keadaan sehat jasmani dan sehat rohani. Selamat pagi dan salam sejahtera. Pertama-tama saya mengucapkan terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya guna memenuhi penilaian ujian praktek. Pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan pidato mengenai pemuda pengobar semangat bangsa.

65 tahun yang lalu, Indonesia mendeklamasikan kemerdekaannya. Dengan semengat menggebu, dengan kepercayaan yang tinggi, dengan tekad yang kuat, serta jiwa yang tangguh. Setelah lama memasang badan demi kebebasan dari penjajah. Tidak kah sekiranya kita ingat, bahwa mereka-mereka yang berjuang adalah para muda mudi yang penuh kegigihan. Tidak peduli akan usia yang hanya sedikit, mereka berani, menentang semua ketidak adilan, menentang semua ketidakbijaksanaan, membela hak yang semestinya.

Semangat yang tak pernah padam. Hingga tua, renta, bahkan tiada. Sekian waktu berjalan, harapan bangsa kian berkembang, kian melesat bagai roket. Disitulah lagi terlihat, semangat muda mudi menjadi latar belakangnya. Begitu banyak peranan pemuda dalam mengembangkan bangsa. Pemuda yang akan memimpin bangsa ini.

Merubah sesuatu tak bisa dari yang besar, mulailah dari yang kecil. Semangat nasionalisme yang memudar mulai terbangkitkan lagi. Mulai dari adanya Indonesia Unite, yang mulai memompa kepedulian pemuda Indo akan sebuah pentingnya rasa cinta pd tanah air. Sedikit demi sedikit banyak yang memulai perjuangan pemuda lainnya.

Alanda Kariza, pendiri The Cure For Tomorrow, yang giat memprovokatori kepedulian pemuda terhadap lingkungan. Perjuangannya terus meluas hingga terbentuknya Indonesian Youth Conference yang mewadahi persatuan pemuda seluruh Indo 33 provinsi untuk mengembangkan kreativitas dan mengembangkan nama Indo dari berbagai bidang.

Peserta Think-Act-Change the Body Shop selalu mengasah kepedulian terhadap global warming, HIV aids, dan kekerasan terhadap perempuan melalui film-film dokumenter. Meskipun seragam putih abu-abu masih dikenakan, kemampuannya tidak bisa diragukan.

Itu hanya sebahagian kecil tentang perjuangan pemuda memecut semangat bangsa. Mencoba mewujudkan kebangkitan bangsa yang seutuhnya. Semangat itu dibiarkan menyala, berkobar.

Mereka bukan orang-orang besar yang super jenius, mereka juga sama seperti kita. Remaja biasa, pemuda Indo biasa, yang membedakan kita dengan mereka hanya semangat, kemauan, kesadaran, dan aksi.

Maka dari itu, banyak sekali harapan, tunas-tunas baru pemecut semangat bangsa terus bertambah dan tidak membiarkannya padam. Seperti yang tadi saya sampaikan, mulailah perubahan dari yang kecil sehingga perubahan itu menyebar dan menjadi pandemi. Pandemi yang baik.

pemuda akan terus menjadi harapan dan tulang punggung kemakmuran bangsa. Saya tahu, tidak ada satupun dari kita yang bodoh apalagi bersedia dibodohkan. Jangan pernah takut untuk memulai. Apalagi karena merasa diri kita hanya kecil. Semoga kita sebagai pemuda bisa mengharumkan dan membangun bangsa ini makin baik.

Semoga yang saya sampaikan bisa bermanfaat bagi yang mendengarkan. Mohon maaf bila ada ucapan atau sikap yang kurang berkenan. Terima kasih atas perhatiannya.

Ass wr wb