Pages

Tuesday, February 21, 2012

Loneliness drama

Since my mom moved to Heaven, i have nobody to lay with and share every single thing in the night. Not even to just get a warm hug, or cry with when life is being terribly hard. Then being single is another part of it. In the middle of 2011, I could claim it as the worst time in my entire life, ever. My boyfriend broken up with me, then I can't feel my mom's breath anymore forever.

I was run and run and run. Try to think everything's gonna be fine just need a little time to adaptating. Well yea, a little time to realised, I am so fucking lonely. So does this night. I am forced to pass night by night of lonelliness. Pity. Friends, they are care but they have their own lifes.

I'm wishing someone to laugh with or just share a bottle of champagne or just simply hug to forget all matters. Wish is always be wish. It's not gonna happen. Forever alone. Ha ha ha ha. I miss everyone that used to rock my day and night. With a light convos, or even deep convos. But I miss my mom the most.

Staying at home alone almost all the time not make me feel cozy after pretty long time. I can't lie to myself forever. I am lonely. Mommy, i need you more than i need to breath.

Now Reading

That which we manifest is before us; We are the creators of our own destiny. Be it through intention or ignorance, our successes and our failures have been brought on by none other than ourselves. 
The Art of Racing In The Rain by Garth Stein

Wednesday, February 15, 2012

Ramalan

Me at the temple to pray in Om Made's office
Sudah lama rasanya sebagai seorang yang sering disebut penulis, gue justru tidak pernah menulis alias lumpuh. Hingga jalan hidup yang tadinya penuh senang-senangan saja, justru berbuah pelajaran. Everything happens for a reason. God is good.


Minggu yang lalu gue niatnya berlibur sekalian bersilaturahmi ke Bali. Sesampai di sana, saya menginap di kediaman Om Made yang sudah gue kenal sejak kecil. Awalnya di benak gue hanya soal pantai, oleh-oleh, seru-seruan, dan melihat kebudayaan sekitar. Sampai akhirnya justru gue bertemu orang-orang baru yang percaya enggak percaya, lumrah atau enggak, bisa disebut peramal. Ehm, enggak peramal macam mama Laurent, lebih kepada orang-orang yang spiritualitasnya cukup tinggi.


me and Om Made
Dua kali gue diramal, enggak jauh beda hasil yang gue dengar. Dan sebelumnya, gue enggak pergi ke peramal ini, lho. Hanya enggak sengaja ketemu di tempat Om Made dan ngobrol. Hal basic yang gue dengar adalah, bidang pekerjaan yang bagus buat gue adalah kerjaan yang menjual suara, Either gue jualan atau cuap-cuap as i used to be. Enggak heran gue doyan banget ngomong hahaha. Berikutnya yang cukup bikin gue kaget adalah, mereka bilang gue ini sebenarnya disayang Tuhan.


Kita semua disayang Tuhan, bagi yang percaya. Tapi, yang dimaksud di sini adalah, kalau gue mendekatkan diri ke Tuhan, jalan kehidupan bisa lebih lancar dan kemungkinan bisa membuka mata batin dsb. Enggak terlalu mampu gue menjelaskan. Gue enggak menelan ramalan tersebut mentah-mentah. Mari kita kaji, kalau pengin yaaa. hahaha.


Kalau dipikir-pikir, benar juga, pasalnya ketika dalam kesusahan dan gue berkomunikasi serta meminta, tiba-tiba selamat atau diberi keberuntungan. Sayangnya, kadang gue suka lupa diri. Sibuk menghitung yang sial-sial dan susah-susah. Padahal kalau mau disadari, banyak sekali keuntungan yang sepatutnya gue syukuri. Manusia, 


Semenjak kepergian nyokap, gue super duper lebay. Tapi enggak gue buat-buat. Memang gue dekat banget sama nyokap, ibaratnya nyokap adalah malaikat gue di dunia. Gue harus mengakui saat ini, sosok Ketty yang dulu penuh tujuan dan ambisi, semangat dan berani, kini tinggal remaja yang kehilangan arah. Makin gue meratap di rumah, makin banyak gosip yang bertebaran dengan bunga-bunga gelapnya. Ada yang mikir gue enggak pernah di rumah, yang pada kenyataannya gue di rumah terus tapi jarang keluar. Ada yang bilang gue party melulu, padahal bisa diitung pakai jari gue pergi ke party, paling ulang tahunnya Disty. haha. Mahal cyiiiin. Ada lagi yang mikir gue jalan-jalan mulu. Salah kaprahnya makin menjadi.


Pada akhirnya aksi anti-sosial gue menjadi sebuah kebiasaan. Meredup sudah kiprah seorang gue. Nah, liburan ini justru meretakkan dinding es yang menebal mengurung jiwa gue. Lebay? Bo-do a-mat. Gue mulai mencoba meluruhkan ketakutan gue yang gue tolak untuk diakui setelah sekian lama. Belum drastis memang, tapi progress sedikit demi sedikit. Enggak mudah, seriously.


Tapi sebenarnya satu hal yang selalu dan akan selalu menjadi hal utama serta keinginan terbesar buat gue, belajar dan sekolah sekolah sekolah. Mungkin buruk-buruknya gue enggak bisa mulai sekolah lagi tahun ini, gue pun enggak berhenti berusaha untuk bisa sekolah lagi. Namun sementara ini, gue yang memegang estafet nyokap gue, jadi kepala keluarga.


Kalau bisa gue merubah satu hal dari orang-orang yang enggak pernah berdiri di sepatu gue, jangan dulu menuding dan menilai seseorang. Ibarat kerang yang memproduksi mutiara laut, bentuknya tidak rupawan, hadirnya mengancam, namun intinya berharga luar biasa. Jujur, gue mulai jengah dengan kebanyakan orang-orang yang terus menilai gue buruk karena gue enggak pernah cari muka dengan menunjukkan apa yang sebenarnya gue lakukan. Juga mulai hilang kesabaran terus-terusan melihat orang yang justru menyusahkan gue mendapat sanjung puji. Blah. terserah. 


Betewe, kalau sampai ada yang terharu dan nangis gara-gara baca postingan gue mohon komen. Sepertinya anda terlalu sensitip. hahaha. Enggak, gue enggak butuh air mata yang enggak bisa berubah jadi mutiara macam mermaid. Kalau emang peduli, kirim makanan, baju, sepatu, buku, uang, nail polish, emas, sampai mobil are WELCOME. hahahaha. nope, doa, i just need your prayers and support.


Like what Chris in Skins UK series generation 1 always says, "FUCK IT!!!"




groetjes,
Ketty xxx