Pages

Saturday, February 27, 2010

BTA 12 ips B

Weekend.
Long weekend.
Banyak banget acara yang pengen gue ikutin.
seminar sekolah, jalan sama eya n roro, meeting glc, sama nyokap ke asemka, dan lain lain.
tapi itu masih sabtu.
Kemaren, kamis, gue iktan mabid di tempat les.
Buat anak kelas 3 pasti tau, semacam belajar tambahan dan motivasi sampe nginep gitu di tempat les.
Nah pada mabid season pertama di kelas gue yang ikut cuma gue, Findy, sama Silvi.
Kali ini sekelas ikut, kecuali Sena sama Findy.



Karena kamis kelas gue (12 ips B) emang ada kelas sampai malam, sampai jam 8, jadi kita enggak pulang lagi.

Sedangkan mabid mulai jam 9.
so, selama satu jam nunggu, kita ke McD di ramayana yang ada di seberang tempat les.
Ini pertama kalinya kita keluar les bareng.
Biasanya cuma ngedeprok di lantai kelas, yang kelasnya paling ujung lantai 3 sambil makan gorengan dari duit patungan sambil cerita-cerita atau main kartu.
Kita konon kelas yang paling rame, paling gila bercandanya, dan paling santai.
Kalo dikelas kita, gurunya pada gila dan asik bercanda. 
Enggak ada jaim-jaiman. Beda banget sama kelas lain yang kaku.
Gue beruntung.






12 ips B isinya ...
Silvi














Violla 


























Bima




























Ryfans


























Aryo


























And also, me




























big love for 12 ips B


wishes : semoga kami semua di terima di universitas yang kami inginkan dengan jurusan yang juga sesuai dan kami inginkan. mendapatkan hasil yang baik dalam UN. dan juga hasil yang baik dalam US dan praktik. Semoga kami selalu bersahabat. Amiiin.

Friday, February 26, 2010

quote of the day

" Go for the happy endings because life doesnt have sequels " - Unknown.

Tuesday, February 23, 2010

jangan soal dia lagi

Gue bersyukur dengan semua anugerah Tuhan.
Gue beruntung dengan semua bakat.
Gue beruntung dengan semua kesempatan.
Dan gue selalu beruntung bisa survive lebih cepat soal cinta.
Kalau masih ngeributin soal tuh cowok, silahkan ribut dengan angin, gue enggak peduli.
Sorry ya dear, gue enggak segila lo sampai bertahun-tahun.
Good luck!
Gue males berurusan sama lo, kalau ngefans bilang aja ya. Hahaha.

we named it wonderful weekend

 Hello my fellas, how are you?
Hmmm..it's Tuesday rite? akan segera berganti rabu.
Gue masih membenci hari Rabu. uhmm.
Anyway, gue baru saja melewatkan weekend yang seru.
Jumat gue meeting di kaWanku dan menemukan banyak sekali artikelku di edisi yang akan
keluar di edisi yang terbit hari Rabu ini. Good!
Abis meeting, gue sama Ditha ke GI buat shopping.
Akhirnya gue beli leather jacket di Forever 21 dan gue
sama-sama beli kaos Topman sama Ditha.
 
  
 


Sabtunya gue pergi ke TMII.
Terakhir gue kesana udah itungan tahun yg lalu.
Gue kesana buat foto jms atau orang lebih kenal dengan buku tahunan.
Tema kelas gue adalah tahun 40an.
Dan tiba-tiba aja anak kelas gue yang tadinya cuek berubah jadi cantik dan ganteng.
Bedaaa banget.
Sibuk make up, pake heels, jauh darikata asal deh.

 
 


Daaaaan finally Sunday.
Very special sunday ever.
Acara syukuran filmku bersama ditha dan mia, "LOVE then LEAVE"
Di D'Hook cafe daerah radio dalam.
Semacam private party.
Senang banget acaranya seru dan ramai.
Apalagi pas senpai zeke nyanyi the beatles.
Waaaaaaw ♡ his voice so much!!!


Private party dimulai.
Taamu yang diundang datang dan mulai berbincang.
Ada dua tamu spesial.
Yang pertama, Senpai Zeke.
Dia sukses mengerjai gue.
Sebelumnya dia bilang di bbm dia ga datang, eh tau-tau udah nongol di belakang gue.



and then, Caesar, si MC kondang ibu kota, finally bisa hadir juga.
Acara ramai gegap gempita.
Karaokean, makan, games, serrrruuuuuu!!!

 
 


dua perempuan

“Kamu pikir kamu putuskan yang terbaik? Ingat, malu! Malu cah ayu!”
“Sampai kapan malu itu bisa membenarkan yang salah?”
“Terima nasib saja, siapa tahu nanti bojomu berubah.”
“Bu, ini Negara demokrasi. Jangan berpikiran sempit dan kolot begini. Ini sudah melenceng dari kata benar.”
PLAK!
“Dengan bercerai masalahmu selesai? Apa kata orang? Mau dikemanakan muka ibu ini? Mikir ndok!”
“Saya ini perempuan, ibu pun perempuan. Ibu tau? Saya ditampar, dihina, diintimidasi, dipukul dengan gesper. Apa itu belum bisa mengalahkan rasa malu ibu yang selangit?”
PLAK!
“jadi perempuan harus kalem, nurut sama suami, terima saja semuanya. Jangan sok Kartini!”
“Saya cerai pokoknya!”

Awang nasib

Jumat, 5 Februari 2010. Jumat yang sendu dengan hujan yang terus menari.
Malam. Gelap. Dan hampir saja menjadi kenangan.
Saat berbelok di ujung jalan itu, lalu dari sebuah rumah seseorang itu keluar..
Kupercepat langkahku, debar jantung seakan bom yang ingin meledak.
Mataku masih sanggup menangkap bayangan di aspal, pria itu masih dibelakangku.
Kecamuk jutaan dugaku.
Mati? Hilang harga diri? Gila? Anjing!
Masih terketuk irama gelisah dalam jantung.
Dag.
Dig.
Dug.
Dig.
Dug.
Dag.
Dan cahaya terang menyanjungku.
Ya, café di ujing jalan satunya. Dengan keramaian yang kontras dengan jalan yang baru saja aku lewati.
SHIT! BABI!
Dan untungnya aku selamat.

dua perempuan


“Kamu pikir kamu putuskan yang terbaik? Ingat, malu! Malu cah ayu!”
“Sampai kapan malu itu bisa membenarkan yang salah?”
“Terima nasib saja, siapa tahu nanti bojomu berubah.”
“Bu, ini Negara demokrasi. Jangan berpikiran sempit dan kolot begini. Ini sudah melenceng dari kata benar.”
PLAK!
 “Dengan bercerai masalahmu selesai? Apa kata orang? Mau dikemanakan muka ibu ini? Mikir ndok!”
“Saya ini perempuan, ibu pun perempuan. Ibu tau? Saya ditampar, dihina, diintimidasi, dipukul dengan gesper. Apa itu belum bisa mengalahkan rasa malu ibu yang selangit?”
PLAK!
“jadi perempuan harus kalem, nurut sama suami, terima saja semuanya. Jangan sok Kartini!”
“Saya cerai pokoknya!”


Sunday, February 14, 2010

happy.... happy....

gong xi fat cai, xin nian kuai le.
Happy valentine.
Happy Sunday.
special for me : happy shopping!!
yeaaaay!

Saturday, February 13, 2010

how to catch history

Waktu selalu jahat sama gue.
Dia enggakpernah mau bersabar. Dan walhasil, semua terlihat usang.

 


The HALIM

Apa yang dinyatakan sebuah kekayaan dari lahir? Keluarga.
Ya ya ya. Dan disinilah keluarga gue hidup.
The Halim.

 
 




Friday, February 12, 2010

salah satu teman saya, mawar

Di sekolah gue, tepatnya dikelas gue, ada seorang cowok yang pasti enggak bisa dilupakan.
Dia lucu, agak malas, dan selalu berani. Dan dia suka melakukan hal-hal yang sanggup menyita perhatian.
Bukan naksir, tapi dia lucu. Si Buncit, yang hobinya boker disekolah.
Sebut saja mawar, eh jangan deng, si Cuplis aja. Nickname dari Pak soleh.
Here is.... Petrus Robinson Rodo Gultom. *Buset Lengkap amat yeee?*


 

 
 
 
Robin dalam berbagai ekspresi.
Sekali lagi, bukan karena gue suka, tapi karena dia lucu.





 

Lucky I am!!!

Gue selalu merasa beruntung.
Gue beruntung karena beberapa hal.
1. Karena TUHAN selalu baik sama gue
2. Karena gue punya nyokap yang super dan kakak yang hebat
3. Karena gue punya teman-teman yang sangat berharga
Dan itu adalah keberuntungan terbesar yang tak ternilai.

ketika berita itu sampai

Hai deaaar, it's Friday!
seharusnya ini jadi awal weekend yang menyenangkan.
Sayangnya, gue baru saja dikejutkan dengan berita yang membuat gue cuma bisa diam.
Diam karena kecewa. Diam karena takut. Diam karena trauma.
Berita soal banjir.
Ya, rumah gue di bilangan ciledug, memang sangat popular dengan kerawanannya terhadap banjir.
Bahkan pada tahun 2007, sukses diubah menjadi waterboom ciledug.
Bagaimana tidak, arusnya sangat deras dan tingginya mencapai dada orang dewasa setinggi 165 cm.
Ih waaaw!!


Pada tahun 2007 gue sudah kehilangan banyak hal.
Dari semua koleksi buku gue yang nilainya jutaan dari hasil ngumpulin uang jajan, dan sebagai tanda awal ketertarikan gue soal dunia tulis menulis.
Belum lagi koleksi kosmetik, baju-baju baru gue yang kebanyakan beli di luar negeri (saat itu hidup gue makmur banget), boneka-boneka, tas, sepatu, dan tentu saja ratusan karya gue.
Padahal, baru saja puisi-puisi itu mau dibukukan. SHIT!


Nah, apa yang gue rasakan sekarang?
Ketika gue mendengar kata bajir, gue cuma bisa bertampang datar saking enggak bisa lagi mengungkapkan perasaan gue, ironis.
Trauma.
Trauma enggak bisa menggapai rumah, dan muter-muter nyari jalan pulang naik ojek dari jam 4 sore sampai setengah 7 malam, dan akhirnya nginep rumah agnes.
Sedih, ngeliat barang-barang yang gue sayang-sayang jadi sampah.
Sakit, ketika hidup gue banyak sekali masalahnya.
Apalagi, waktu 2007, gue mau ujian nasional SMP, buku modul gue, persiapan UN gue, kandas semua.
Syukurnya, gue masih bisa lulus dengan hasil yang sangat memuaskan untuk ukuran keadaan seperti itu.


Sekarang, Februari 2010, gue juga akan meghadapi Ujian Nasional, apakah gue harus jatuh lagi?
Gue benar-benar cemas.
Takut,
Trauma.
Kecewa.


Tuhan, setidaknya, sembuhkan dulu traumaku, baru hempaskan cobaan lagi.
Jangan seperti ini. Ini sangat berat. Hmm

Wednesday, February 10, 2010

Beautiful Sunday with MANTRA

Sunday, February 7th 2010.
watched me.


disalah satu toko di lamandau yang bernuansa etnik. gue suka aksesoris disini.








Waktu sampai rumah Zeke, enggak langsung manggil malah dandan dan foto-foto dulu, ganjen!












Ini di mobil zeke dengan semua absurd yang dilakukan, sebelum berangkan=t ke acara friends to Friends di bulungan. Di mobil bersama zeke dan joko anwar.












 


Ini waktu Mantra manggung kita di depan stage berdua, berisik sendiri.













 



Gue berlatarkan senpai Zeke dengan aksinya bersama keyboardnya. 














 
Ini aksi Setoy Joko dan kak Mutia on stage.
Mantra on fire!!

















Di lagu terakhir, senpai menyentuh gitarnya.
Dan aksinya gila-gilaan.
Keringat enggak berhenti menetes.
Full of power.
benar-benar aksi seorang artist.












Penasaran sama Mantra?? Tunggu kabar berikutnya, gue akan kasih tau kalo mereka manggung lagi.
Dan yang pasti Mantra adalah band yang enggak bakal bikin lo kehilangan selera soal musik.
trust me!