Pages

Sunday, January 30, 2011

Worth Sunday at workshop blog with KaWanku

Hello Sunday!!!
Yeah at the moment I'm at @atamerica at Pacific Place.
Attending KaWanku magz's event, workshop blogging with Raditya Dika and Tiffany William also talking about cervical cancer with dr @adhiatama .

While I'm listening to Raditya Dika speaking about blogging, let me tell a bit about cervical cancer. I have made a documentary film about this, because of that I got a lot information about this cancer. As a woman, cervical cancer is frightening us. Well, it is dangerous but you don't have to be worry.

dr @adhiatama said there are two important points to prevent cervical cancer, which vaccine and pap smear. Have u heard bout that two? So far I knew vaccine for cervical cancer are three times. It's able for woman from 10 to 55 years old. While, pap smear is able for woman who already did sex. By that I means not virgin anymore.

Well hopefully we will not infected by cervical cancer. AMIN. And there's another things to prevent like be faithful with ur partner. To be honest, sex before 17 years old cause cervical cancer too.

You must be jealous because I'm listening tp Raditya dika presenting his ideas about blogging! Hahahaha *devil laugh* well blogging is not always be a personal diary. And for me, it's a gado-gado. Haha can be personal diary, fashion, for publish articles, and so on and so on.

Pssssst, I haven't tell you yet about @atamerica at Pacific Place... Huh. You should know, it's GREAT!!!!!!! Technologies are common here. And I'm using iPad now, hihihihihhi. If u are Indonesian please arrange your time to visit this place. First cultural center of America in Indonesia. You can find out a lot about America cultures. And you also can try iPad like I'm doin now. Hehe *blush*

Sassan I miss KaWanku so bad! *means I'm in that magazine hehe* well for school girls who needs knowledge, fashion, ways to be unbeatable fun girls, lovable girls, and positive just read KaWanku magazine!!

You just life for once, don't waste your life without experiences.

NB : Raditya dike said Indonesian ghosts are funny, not scary. Hahahaha.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Saturday, January 29, 2011

blacky!

hello, this is blacky!
He was my kitten before, and he has been living with a new marriage couple.
Already 5 months since he moved. i miss him.
He was the cuter kitten i've ever had.

he was lazy and always sleepy.
He loves me alot. so do i.

i miss him so much.
n wondering, how do he looks now.
blacky, i love you and miss you so bad...

me and baby

This is my baby picture.
I found not along changes on me since i was baby until present.
When i look into this pict, i always pulled back into my childhood.
How wonderful as a kid i was.

And it brings me to the fantasy, im imagining that i already married and have many cute babies. uuh.
And i wonder, how my babies will look like. hihi.

I found a fun website that will predicts how the baby look like with combining two pictures. brilliant!

And this is one of the example.

You can put your picture with anyone.
With your lover, celebs, also your secret admire.
hahaha.
It just an example.
But it is really fun to try.
Have fun!

And last, i really love babies!

Love ya!
xoxo

Friday, January 21, 2011

Harian Sabtu

Ruas jalan samping bangunan ini sepi. Terik gersang si angin bercinta dengan raja cahaya. 16 buah pohon palm yang mengawali, memayungi bangku kayu yang kududuki.

Sabtu siang, aku sendiri menatap keji pada barisan tentara pelbagai bentuk dalam kertas. Berita yang memuakkan. Dan aku jengah! Bukan! Bukan politik, bukan kekalahan tim bola kesayanganku, jua kasus operasi plastik. Bukan itu.

Tapi kata-kata itu bagai menginjak, membawa pesona arogan dua kuasa. Pelik. Busuk dan biadab! Maunya saja aku membaca koran itu. Maluuuu! Jijik! Perang saja pecahkan. Bosan.

Hoaaam. Kantukku menjemput. Kulempar koran bedebah itu. Maka harian Sabtu itu teracuh, dengan berita soal... Aku.

Sunday, January 16, 2011

Level 1 at Erasmus Taalcentrum


yaaay!
I got 'A' means EXCELLENT on my level one exam! wuhhuuuuu.
i cant wait for level two at January 22th 2011.
Thanks for mev.Dini and mev.Ririet!

Saturday, January 15, 2011

Met a hero!


hello blogreaders!
Wow im so happy be able to update this blog again!
How are you everybody? Im so good!
Its weekend, hopefully it become a wonderful weekend.

Today, i wanna write about a hero. Well, its a real hero.
This is mr.Sugimanto L. one of soldiers in 1945, when Indonesia was fighting to get our freedom.
I met him in independence day on Indonesia in 2009, at Monumen Proklamasi Central Jakarta.
He told me alot at that moment, he gave me a wisdom smile.
Hopefully, someday i can upload the video when he told his story in war.

Now, his age isnt young anymore, he cant fight and carrying gun anymore.
But really, it is very nice to see a person from history.
I could imagine what if im being his grandchild, everyday he telling me about his time in the past.

Well, even he just an ordinary soldier at that time, he is still a hero for Indonesia.

*really i dont know what to tell, but im trying. and its cheesy. hahahaha. sorry guys!*

Tuesday, January 11, 2011

error!

Hello all, i dont know why i cant posting any pictures on this blog for few days.
Well i have many things to post but need to post with pictures.
Hopefully it will get well soon, and thanks for your attention.

Friday, January 7, 2011

cerita di msn

Hello hello hello!
Happy Friday semuanya. Kali ini gue akan posting sesuatu yang bisa dinikmati hanya oleh orang-orang yang mengerti bahasa Indonesia. ehehehe.
Hari ini gue sama Ditha sama sama enggak ada kerjaan. Chat lah kita di msn. Berawal dari ke-enggak-ada-kerjaan-an, kita menciptakan cerita antiklimaks yang enggak berujung. but it intereseting! Enjoy this readers. *cium basah*

Ketty Tressianah: Langit lagi-lagi menunjukkan kontranya kepada bumi. Sudah lelah air wajah yang nampak. Kerut-kerut kejengkelan merebak. Dan keemasan warna jingga dipandang mata mulai merengut. Pusing melihat bumi belum juga kunjung paham.
dithaa: Begitu pun dengan perempuan dengan bingkai kacamata yg longgar di batang hidungnya. Ia ingin marah. Ia ingin semua orang menyadari kemarahannya. Tapi tidak bisa. Belum bisa, begitu menurutnya. Ia tidak-ups, belum- bisa menguasai dirinya untuk menjadi dirinya sendiri. Langit dan bumi seperti hati dan kepalanya. Berdampingan tapi belum juga satu
Ketty Tressianah: Langkahnya kian gusar. Kadang dihentaknya keras pijakan kesekian pada bumi yang mulai banyak bicara. Juga sesekali geramnya didendangkan untuk langit. Hatinya kian panas, tapi juga letih. Ingin mendelik dan menyerapahi banyak orang, tapi naas hanya dirinya sendiri yang tersisa.
dithaa: Diam.
dithaa: Baru itu yang bisa ia lakukan, atau yang biasa dilakukannya. Biar. Biar saja semua kegilaan di batinnya itu menguap dengan sendirinya, seperti biasanya. Toh, bumi tetap berotasi biar langit mengamuk badai?
Ketty Tressianah: Angin mengusap lelahnya. Peluh yang betah memeluknya mulai mengerak. Dentingan detik di jam tangan serasa menggelegar tiap waktu. Angin lagi mencoba menghibur. Membisikkan tiap kata bijak yang belum sanggup kucerna. Diam. tapi senyap tidak hadir.
dithaa: Datang lagi?
dithaa: Dua potong kata dari wanita paruh baya di hadapannya seperti umpatan jengah ketika mampir di telinga gadis itu.
dithaa: Hanya mengangguk lalu mengambil kursi yang sama saat pertama ia datang ke perpustakaan itu dua-tiga tahun lalu
dithaa: Ia akan lebih baik di situ. Di tempat pertama ia mengenal sosok bernama Galuh
Ketty Tressianah: "kau sebenarnya cari apa sih disini?" Wanita paruh baya yang akhirnya diketahui bernama Lili itu tegelitik penasaran. Pasalnya, gadis berkacamata ini selalu mampir dengan wajah dingin yang tegang. Jengah kadang, tapi juga iba.
Ketty Tressianah: "Bukan apa-apa." Ingin rasanya ia ungkapkan rentetan kalimat, membeberkan uneg-uneg yang kian bikinnya eneg. Tapi hanya tiga kata yang terlontar. Lalu diam kembali menjadi teman yang baik.
dithaa: Itu kali pertama si penjaga menghampirinya dengan penuh tanya menggebu. Ia jadi tak enak hati, sekali ini biar ia membuat kejujuran "Buku"
dithaa: Aku cari buku yg tidak juga ketemukan sampai hari ini
Ketty Tressianah: "Biar aku bantu. Buku apa yang kau cari?" Baru kali ini lili bisa melihat dengan jelas pupil mata yang bercerita milik gadis itu. Masa iya, 3 tahun buku itu tetap tak kunjung ditemuinya.
Ketty Tressianah: Matanya, pupil itu, menceritakan kegalauan yang terkekang. tak tega rasanya. Tapi daya apa yang ia miliki, hanya doa.
dithaa: Mulut kerucut milik Lily siap menyambar gemas, pertanyaan terlalu banyak di kepalanya tanpa satu jawab pasti dari lawan bicaranya, tapi melihat wajah kosong-tegang gadis di hadapannya, ia mengalah. Ia tinggalkan sekelumit keanehan itu. Mungkin cuma ketenangan perpus yang dibutuhkan tamunya itu. Sekali ini wanita gempal itu belajar sabar.

Ketty Tressianah: "Bu Lili..." Entah kenapa hatinya sangat kuat menginginkan sedikit bincang-bincang dengan wanita yang terlihat sangat anggun dengan rok panjang batiknya itu. Bu Lili menoleh sekalipun tertegun. "Ya?" Hanya dua huruf yang bisa membobol keterkejutannya. Gadis itu menatap buyar.
Ketty Tressianah: "Ibu tau Galuh?" Kelu akhirnya...
dithaa: Sunyi sekali setelah nama itu akhirnya terbata keluar dari bibirnya. Ia belum pernah bertemu si pemilik nama Galuh itu. Ia tidak tahu bagaimana wajahnya. Ia tidak tahu seperti apa suaranya. Ia tidak mengenal caranya tertawa atau bagaimana gerak bibirnya menyebut sepotong nama. Ia hanya mengenal Galuh dari sebuah buku. Buku yang selalu ia dan Galuh pinjam bergantian untuk menyelipkan sebuah kertas
dithaa: Kertas percakapan
Ketty Tressianah: Tapi, sudah hampir setahun lamanya kertas itu tak kunjung berbalas. Bukunya pun tak tersentuh lagi. Kemana Galuh? Apa bosan iya bercakap denganku? Apa aku memang hanya sepenggal keisengannya? Galuh...
Ketty Tressianah: Hembusan nafas kasar memecah kesunyian. Berat. Bu Lili duduk di sisi gadis yang kini hanya nampak menunduk. "Galuh..." Bu lili membenarkan cepolnya. Getir. "Dia..."
dithaa: "Ak-aku tidak tahu."
Kali ini Lily benar-benar menjauh dari jangkauan perempuan berwajah sendu itu. Dia belum sanggup.
dithaa: Ini bukan perkara gampang baginya
dithaa: Kalau saja ia tidak pernah mengenal Galuh...
Ketty Tressianah: Kini gadis itu menjatuhkan kepalanya dalam. Bahkan Bu Lily yang ayu itu mengesankan hal yang sama. Galuh... Rahasia apa yang tersirat olehmu?
Ketty Tressianah: Benci. Ia benci sekali. Kini air mata menitik. Satu. Lalu dua. Kini tangisnya merintik dalam diam. Bu Lily pergi. Perpustakaan ini terasa begitu luas tanpa dinding ujung. Dan ia sendiri.
Ketty Tressianah: Dipandangi buku yang mulai berdebu diantara buku tebal lain yang sama haus belaiannya. Buku di rak level tiga di sisi timur ruang perpustakaan ini. Buku yang sama sekali tidak mencolok, kecuali baginya.
dithaa: Buku ini?
dithaa: Wajah tegangnya makin menampakkan gestur yang keras. Matanya nanar menatap sampul buku yang sangat dikenalnya itu.
dithaa: Ia menemukannya kembali. Tapi bukan buku yang ia cari.
dithaa: Hanya satu dari copy yang sama.
dithaa: Ia sangat hapal buku yang dulu ia saling pinjam bergantian dengan Galuh. Bahkan sampai ujung sampulnya yang terkena titik noda kopi
dithaa: Kalau saja...
dithaa: Ah! Tiba-tiba isi kepalanya tersengat suatu ide. Mungkin ada baiknya ia mencoba. Ia ambil secarik kertas di saku tas selempangnya. Ia goreskan sepotong kata dengan tinta birunya, "halo"
dithaa: Mungkin ada baiknya ia mulai kembali permainan itu. Otot wajahnya mulai mengendur. Ia letakkan buku 576 halaman itu di meja yang biasa ia tempati. Kalau takdir mengizinkan...
Ketty Tressianah: Setahun sudah permainan ini terhenti dengan janggal. Banyak pertanyaan menjalar bagai tanaman rambat yang kian subur seiring berjalannya waktu. Jawabannya hanya ada pada Galuh.
Ketty Tressianah: Dengan berat diseretnya kaki yang mulai enggan untuk berfungsi. Dengan penuh kegetiran, diliriknya lagi buku yang tergeletak itu. Akankah harapannya tersambut?

Yak itu aja. panjang ya? hahahaha.
Kalian akan menemukn banyak lagi aksi kami yang gila. *cium cium cium*
see you later readers!


Wednesday, January 5, 2011

new look on lookbook

Sunday, January 2, 2011

ballads of unrequited love


Its a ballads about someone who have been gone to somewhere i cant imagine.

The sound of your wheels tickling my tears
Its been along time, since the last time we share a stare
Then i saw you walking away, leaving this ground
Then i felt so clumsy...
Youre away so far and maybe never see each other anymore

O o o.. if you could hear my voice
i want you to stay a bit longer
give me away a smile for last
Then i am sure i'll be okay

But please please please
Let me breathing in your arms
Say to me you'll be okay out there
Tell me you'll never change even i know 'impossible' chance so wide

The time is up, bell warn me out
well is it the only way or maybe the last way i could do
i will let you go
and blow away the feeling between
ya ya ya you are gone for forever
at least for me...




foto by : mdangg.deviantart.com