Pages

Thursday, April 8, 2010

pidato bahasa ujian praktek

Hello fellas, finally bisa ngupdate juga. Haha.
Semalem gue nyoba mau ngupdate, tiba-tiba tulisannya kaya ga sadar dan serem gitu.
Aiiih, terus gue ketiduran. Gue masih ga percaya kalo gue nulis itu.
Anyway, minggu ini gue lagi ujian praktek.
Nah baru aja gue maju praktek pidato buat b.Indonesia.
Meskipun pas maju enggak begitu lancar, tapi okelah. Cuma masih okean naskah yang gue buat. Haha.
Gue baru selesai bikin naskahnya udah disuruh maju. Dicoba aja belom. Ahha. Nih baca aja.

Ass wr wb

Yang terhormat Ibu Siti Zulaiha, yang terhormat Ibu Leni Marlina, yang terhormat Bapak Darmadi, yang saya sayangi teman-teman semua.

Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nya lah kita dapat berkumpul disini dalam keadaan sehat jasmani dan sehat rohani. Selamat pagi dan salam sejahtera. Pertama-tama saya mengucapkan terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya guna memenuhi penilaian ujian praktek. Pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan pidato mengenai pemuda pengobar semangat bangsa.

65 tahun yang lalu, Indonesia mendeklamasikan kemerdekaannya. Dengan semengat menggebu, dengan kepercayaan yang tinggi, dengan tekad yang kuat, serta jiwa yang tangguh. Setelah lama memasang badan demi kebebasan dari penjajah. Tidak kah sekiranya kita ingat, bahwa mereka-mereka yang berjuang adalah para muda mudi yang penuh kegigihan. Tidak peduli akan usia yang hanya sedikit, mereka berani, menentang semua ketidak adilan, menentang semua ketidakbijaksanaan, membela hak yang semestinya.

Semangat yang tak pernah padam. Hingga tua, renta, bahkan tiada. Sekian waktu berjalan, harapan bangsa kian berkembang, kian melesat bagai roket. Disitulah lagi terlihat, semangat muda mudi menjadi latar belakangnya. Begitu banyak peranan pemuda dalam mengembangkan bangsa. Pemuda yang akan memimpin bangsa ini.

Merubah sesuatu tak bisa dari yang besar, mulailah dari yang kecil. Semangat nasionalisme yang memudar mulai terbangkitkan lagi. Mulai dari adanya Indonesia Unite, yang mulai memompa kepedulian pemuda Indo akan sebuah pentingnya rasa cinta pd tanah air. Sedikit demi sedikit banyak yang memulai perjuangan pemuda lainnya.

Alanda Kariza, pendiri The Cure For Tomorrow, yang giat memprovokatori kepedulian pemuda terhadap lingkungan. Perjuangannya terus meluas hingga terbentuknya Indonesian Youth Conference yang mewadahi persatuan pemuda seluruh Indo 33 provinsi untuk mengembangkan kreativitas dan mengembangkan nama Indo dari berbagai bidang.

Peserta Think-Act-Change the Body Shop selalu mengasah kepedulian terhadap global warming, HIV aids, dan kekerasan terhadap perempuan melalui film-film dokumenter. Meskipun seragam putih abu-abu masih dikenakan, kemampuannya tidak bisa diragukan.

Itu hanya sebahagian kecil tentang perjuangan pemuda memecut semangat bangsa. Mencoba mewujudkan kebangkitan bangsa yang seutuhnya. Semangat itu dibiarkan menyala, berkobar.

Mereka bukan orang-orang besar yang super jenius, mereka juga sama seperti kita. Remaja biasa, pemuda Indo biasa, yang membedakan kita dengan mereka hanya semangat, kemauan, kesadaran, dan aksi.

Maka dari itu, banyak sekali harapan, tunas-tunas baru pemecut semangat bangsa terus bertambah dan tidak membiarkannya padam. Seperti yang tadi saya sampaikan, mulailah perubahan dari yang kecil sehingga perubahan itu menyebar dan menjadi pandemi. Pandemi yang baik.

pemuda akan terus menjadi harapan dan tulang punggung kemakmuran bangsa. Saya tahu, tidak ada satupun dari kita yang bodoh apalagi bersedia dibodohkan. Jangan pernah takut untuk memulai. Apalagi karena merasa diri kita hanya kecil. Semoga kita sebagai pemuda bisa mengharumkan dan membangun bangsa ini makin baik.

Semoga yang saya sampaikan bisa bermanfaat bagi yang mendengarkan. Mohon maaf bila ada ucapan atau sikap yang kurang berkenan. Terima kasih atas perhatiannya.

Ass wr wb

No comments:

Post a Comment