My Saturday

Hello Fellas! Happy sundaaaaay morning.
How was your saturday nite anyway??? Great?
My Saturday was wonderful. I have a new  spirit.
Can you see it?? Hihi.

Saturday morning :)
Pagi itu, hari itu, tepat tanggal 19 Desember 2009. Tepat satu hari setelah ulang tahun Dini Destriyeti teman sekelas gue (Happy wonderful seventeen birthday ya my dear!) dan tepat juga sebagai hari pengambilan raport semester ganjil di SMA Negeri 65. Yap yap yap. Sejujur-jujurnya gue yakiiiiin seyakin-yakinnyaaaa nilai gue merosot drastis. Gue sadar diri, karena melihat kelakuan malas gue satu semster ini. Padahal ini kelas 3. No probs! Yang buat gue panik adalah wali kelas gue. Gue enggak pernah ceritain soal dia disini kan? Okay... Gue mengakui gue sebel harus punya wali kelas kaya dia. Sebut saja Bu B. Bu B itu guru sosiologi yang waktu kelas satu orangnya menyenangkan dan asik ngajarnya, sekalipun gue terkantuk-kantuk. Itulah salah satu penyebab kegoyahan pendirian gue untuk tetap di jalur ipa. Gue mencintai sosiologi selain faktor-faktor lain yang buat gue condong ke ips. Sampai akhirnya setelah menerima rapot kelas 1 dikenaikan kelas, gue dinyatakan masuk ipa. Saat itu juga gue nangis. Jujur, itu nangis karena gue menolak ipa. Gue cari guru BK, dan yang gue dapet gue diomelin. Gue ke wakasek, sama juga diomelin. Apalagi Bu Dasmaral yang waktu itu wali kelas gue, dia maraaah dan menasihati gue. Semua guru yang gue temui kalimatnya cuma satu, "Orang-orang mau masuk IPA tapi ga bisa, kok kamu yang dapet IPA malah mau pindah ke IPS." tapi itu enggak berdampak apapun bagi gue. Gue cuma mau mengkaji ilmu sesuai hobby gue. Bukan ambisi, bukan gengsi. Dan setelah masuk kelas dua, ketemu dong sama pelajaran sosiologi. Ketemu juga dengan si Bu B. Gue menyambutnya dengan semangat juang 45, tapi apa??? Semenjak kelas dua, dia berubah menyebalkan. Dia cuma bisa menyombongkan diri sendiri, dengan kasus yang berulang-ulang, lalu melunturkan simpatik gue sebab apa yang dia ajarkan bertolak belakang dengan apa yang dia lakukan. Secara enggak langsung, dia juga men-judge orang seenaknya. Dan gue benci. Naas kelas tiga wali kelasnya dia.


Satu lagi alasan gue makin sebeeel sama BU B.
Gue di keals 3 memang seriiing sekali telat. Satu penyebabnya selain rumah gue jauh, kelas 3 ini gue serings akit, dan gue udah ga niat sekolah dengan keadaan memuakan itu. Pada suatu ketika setelah UAS. Tepatnya hari senin. Gue dateng dengan mata bengkak akibat nangis semalaman karena ada perang dirumah gue. Yup yup. Gue masuk diiringi banyak tanda tanya dari teman sekelas gue. Gue taro tas dan langsung turun kekantin buat beli minum. Begitu gue naik ternyata ada si Bu B. Gue masuk dengan menenteng botol minuman, salam, dan duduk. Sebelum dia keluar kelas dia dengan PEDE amat dahsyatnya marahin gue depan kelas. INGAT GUE LAGI DALAM KONDISI TIDAK BAIK HARI ITU.
Bu B : "Sayang masih ada satu yang terlambat, Ya Ketty." (dengan tatapan galak dan menuduh, pengen gue lempar pake botol deh!)
Ketty : "Enggak bu, orang saya dari kantin."
Bu B : "Ya kamu enggak bilang sama ibu. Mana ibu tau, ajdi bukan salah ibu dong. Kamu masuk pas ibu udah masuk." (Dengan tampang gengsinya dan nada yang tetap nyolot nyalahin gue.)
Ishak : "Udah ket, iya-in aja, lo enggak bakal menang deh." (membuat gue berterimakasih sekali dengan ishong, Thanks ya shong!)
Ketty : Terserah ibu deh! (gue tiduran dan enggak mau liat dia)


Pas ambil rapot, dia bilang sama nyokap gue, DIA MINTA MAAF SAMA GUE DIKELAS. Whattt???? KAPAN? KAPAN DIA MINTA MAAF SAMA GUENYA? *emosi*
Dan dia pikir gue ngadu kenyokap gue, sorry meeeen, gue enggak ember dan tukang ngadu. Tapi gue emang kadang suka cerita perihal negatif guru-guru sih. Apalagi soal korupsi dan pilih kasih.
Satu kekurangan gue, kalo gue enggak suka, gue terang-terangan nunjukinnya. Enggak peduli bakal jadi subjektif nilainya. Tapi gue jujur, gue enggak suka, zzz


Dan raport gue stuck di peringkat 16, merosot jauh dari peringkat 8. Merahnya cuma satu di Kewirausahaan. Dan gue kageeeet banget liat nilai agama gue 8 dan 95 weeeeh manstap deh pak pohan. hahaha


After that, gue ke fx buat nonton Sang Pemimpi sama anak-anak HAI atau panitia SOS. Ada Lintang, Dian, Aryo, Andra, Nida, Puput, dan Cile. Selesai nonton kita cara brunch. Abis itu main kerumah DIan, di bilangan Pancoran. Daaan, bertemu dengan anjing lucunya yang bernama Pee Wee, Dia gemuuuk sekali. Dan, parahnya, gue dijilat aja gitu. zzzz.
Abis dari rumah DIan, gue Nida Andra Puput dan Aryo melancong ke PIM. Anjriiiit PIM rame banget. haha.
Abis itu ngobrol deh di Dunkin Donat. Haha ada short class buat Aryo soal cewek. wihiiii. :P


Karena udah di sms sama nyokap, gue cabut. Soalnya mau ada acara makan malam keluarga besar. Lengkaaap!
Apalagi jarang-jarang om gue yang paling tua mau dateng. Dan dia hadiiiir, om gue yang dari Madiun juga dateng. Wuhuuu.
Gue cinta dengan lindung fumak. muah muah muah.
Dan gue mengakhiri sabtu gue dengan tidur nyenyak padahal gue jorok belum ganti baju. hahahahahahah.


Dan ini hari Minggu yang ceraaah. Gue bangun dan langsung melancong di dunia maya. *sambil nyanyi lagu dufan*


Hmmm. happy holiday all!
Eh follow my twitter yaaa.


And don't forget vote for my film. www.thebodyshop-film.com and vote for LOVE then LEAVE

Comments