Pages

Tuesday, September 15, 2009

Shooting Documentary film day, wihiii puasa penuh berkah!

Sabtu 12 September, dari jam 22.00 gue cuma mengendok di kamar, sampe akhirnya jam 23.30 abang gue bilang kalo modem bisa di pake dan di tinggal, langsung gue nemplok di pc tersayang ini.
Tujuan dan niatan gue adalah, bikin surat pernyataan buat keperluan shooting hari pertama film dokumenter gue. Karena narasumber gue yang tidak lain dan tidak bukan adalah, seorang public figure. Dan karena itu, dia minta gue supaya nyiapin surat pernyataan buat jaga-jaga kalo ada pihak yang rese.

Dan sampe jam 03.00 pagi di tanggal 13 September 2009, enggak satu kalimatpun yang berhasil gue selesaikan demi surat ini. ck!
Yang ada gue nulis notes, sebuah surat cinta, di facebook. *yang udah gue post, di posting sebelum ini. persis!*

Dan akhirnya pas saur, dapet bantuan dari Mia, perihal surat pernyataan.
Enggak lama mama pulang dari kelas SQ, yang artinya GUE BISA SAHUR! yiipppiiiyyy!
 Setelah sahur gue langsung berlindung di atas kasur empuk nan sejuk. Fiuh.

Cuma, dibatasi karena jam 08.00 gue mesti udah sampe daerah senayan buat mulai shooting. Sedangkan gue tidur jam hmm 05.30. It mean, gue cuma tidur 1 jam paling enggak. Zzzz. Sial.

Jam 07.30 nyokap nyap nyap, karena gue masih molor. OH MY GOD, gue telaaaaat! Setengah jam paling enggak buat on the way, dan setengah jam buat mandi, 15 menit buat dandan. Dan jam 8 cuma kurang 30 menit. gue? Masih melangkah gontai. Ckckck.
Walhasil gue telat dengan sukses! Ngeeeeng.

FYI, narasumber gue adalah : Caesar Gunawan Wibisono. Si penyiar Prambors yang juga presenter mata-mata dan begadang. Yup, umm dia baik sekali mau membantu gue dan teman-teman berkali-kali tanpa pamrih. :)

Dia juga pernah membantu gue dan teman-teman untuk memberikan endorsement buat antalogi cepren CCW2008 : Magic Box. Thank you to the max Cae.
Akhirnya dengan rambut acak-acakan, muka berdebu, dan mata semeliwir, jam 09.00 teng gue sampe di Ratu Plaza. Kantornya Prambors. 



Sayangnya, dua prang tim gue belum sampe, dan parahnya baru keluar tol dari BSD. Jeger.
Pas nelfon Caesar, dia langsung ngajak gue cabut. Eits, maksudnya, Prambors hari itu, pagi itu akan ngadain acara Charity Prambors Cinta Kamu ke panti asuhan gitu.
Dan Caesar ditunggu, juga karena nungguin kita. Maaf ya Sar. :(

Naiklah gue di mobilnya Caesar, Honda Jazz berplat 8356 OI. Di mobilnya Caesar, udah nangkring Kak Riesa Fiana (penyiar prambors juga, yang jadi Indah di BCR) dan kak Nimas. Gue sungkan-sungkan gimanaaaa jadinya. hehe.
Tapi alhamdulillah mereka baik-baik.

Sepanjang jalan gue nelfonin Mia dan Ditha, supaya mereka nyusul ke panti asuhannya langsung.
Semua crew prambors mendarat di bilangan pesanggrahan, bintaro permai. Tepatnya di komunitas pemulung. Caesar, Panda, Darto, Kak Riesa, Genda, Kak Intan, Kak Jaqueline, Kak Nimas, Kak Titaz, Kak Boya, dan kakak-kakak (yang belum bersedia dipanggil om atau tante) lain yang enggak gue tau namanya.

Buju buseeeeet, ramainyaaa nanaaanananana. Sudah berlesehan anak-anak kecil penghuni komunitas pemulung itu.

Waktu Caesar mendekati area tersebut bersama wadyabala yang lain, spontan teriakan nyaring anak-anak itu menusuk telinga.
"Itu mata-mata!" sambil nunjuk ke Caesar.
"Ada kak Panda! Ada Kak Panda!" Yang heboh ngeliat Ci Panda.
"Itu kan Caesar mata-mata, iya itu!" berkasak-kusuk dengan teman-temannya.
Ci Pan dan Caesar mengulas senyum ramah manis bin memesona. Weeeeh fansnya bejibun rupanya!

Berhubung Ditha dan Mia belum dateng, dan camera video buat film ini di Ditha, gue mempergunakan digicam gue buat ngerekam sedikit lah, lumayaaan, nambah-nambahin shot.

Dan dapet pas shot, Cae lagi nge-MC.
Setelah sekitar setengah jam gue berlalu lalang di sana berkostum hitam sendiri di tengah wadyabala berbaju putih berlogo Prambors, akhirnya Mia dan Ditha dateng. Thanks God. Dan langsung saja shooting dimulai, mengambil beberapa moment dalam Charity ini. Weeeew.

Pas selesai di komunitas pemulung ini, wadyabala akan melanjutkan ke panti asuhan lainnya di daerah Cempaka Putih. Nice, bulan suci diisi dengan kegiatan mulia, so Prambors abiiis! Enggak cuma cinta para kawula muda, tapi peduli sekitar.
Awalnya gue sempet panik, hmm Mia Ditha bakal naik apa nih, secara mobilnya caesar, enggak bakal cukup nampung.

Ternyata, Caesar enggak ikut ke cempaka putih karena mesti shooting. Dan kak Nimas serta kak Riesa pindah ke mobilnya Darto.
Walhasil mobil jazz itu hanya berisi POWERPUFF girls dan Caesar Gunawan Wibisono. Uppps, keperluan shooting ya! :)

Sebelum Caesar melanjutkan shooting, kita mampir dulu ke Ratu Plaza, ke studionya prambors. Kita akan memulai wawancaranya disana. :)
Dan so lucky to have friend like him, karena dia enak banget di ajak kompromi dan enggak pelit kata. Banyak banget yang Caesar kasih buat kita, gue terutama. Dari cerita pengalaman yang bernilai, bahkan sampe perizinan ke Triwarsana perihal kita mau mengikuti kegiatannya saat shooting. Enggak cuma itu, Cae juga nyuruh kita buat sekalian belajar sama cameraman mata-mata. Waw, so lucky we are!

Di prambors, ketemu sama Aditya Pratama Ledom juga, yang entah ngapain dateng ke Prams, padahal dia siaran malam. Dan hanya Cae dan Adit yang mengerti pembicaraan mereka. Soal keradioan deh.
Enggak ketinggalan kita juga foto-foto. Sama Adit, tentunya juga sama Caesar. wihhiiiy!

Abis itu, Caesar ke lokasi shooting duluan. Bagian kita ngikutinnya entar sorean.


Sedangkan itu baru jam 12.51. So setelah berleha-leha dan mengatur strategi di ruang tamu Prambors, kita cabut ke STC senayan yang letaknya di balik gedung Ratu Plaza. Niatnya mau ke salon, tapi salonnya tutup semua, eh gue sama ditha malah beli baju dan ganti bajunya saat itu juga! gilaaa.
Karena capek ngider-ngider STC, kita mampir di McDonald. Gue sama Mia puasa, so cuma Ditha yang makan, karena Ditha katolik.

Gue yang enggak sempet banyak istirahat, langsung tidur di meja dalam McDonald, disamping Ditha yang tengah susah melahap paha ayamnya. hueeeh. Ditha minta dada dikasihnya paha. ahaha, sabar ya nak!

Abis itu, niatnya kita mau beli Izzi Pizza buat berbuka puasa di WTC sudirman. naiklah busway dan berhenti di Karet. Begitu sampe, Izzi Pizzanya tutup aja gitu.
Yo weees, cuma foto-foto aja jadinya. ckck. Banci kameraaaa semua!

Dari situ kita mutusin untuk langsung ke Triwarsana. Di stop taksi yang berwarna putih *tau kan?*. Melaju ke arah tanah abang-cideng.

Weeeeh sosa apa gue ini, sampe dapet supir taksi super duper nyolot bin rese.
Pertama dia bilang enggak tau daerah situ, gue bilang "yaudah pak kita jalan aja dulu".
Gue bertiga sibuk mikir mau nanya sama siapa.
Eh dia bilang suruh nanya sama mas-mas warung. Awalnya Mia masih ngalah untuk nanya.
Setelah itu, dia nyolot ngomongnya dan nyuruh-nyuruh. Hello! Kita kan penunmpang yang enggak tau jalan, masa kita juga disuruh nanya. Sedangkan yang ngerti apa yang mau ditanya ya si supir taksi.

Pas berkali-kali Mia nanya, ada yang ngejawab dengan baik. Gue pun berkomentar, "Alhamdulillah ada orang yang baik mau menunjukkan arah ke kita."
Dan saat diikutin ternyata salah. Dan kembali bertanya, si supir tetep nyolotin. Gue, Ditha, Mia mencoba nyuekin dengan maksud sabar. Eh dia malah bilang gini, "Ternyata orang yang baik itu penipu."
Ih mending kali, dari pada lo, nyebelin! Gerrrrrrrr....

Dan akirnya ketemu juga setelah muter-muter. Bahkan si supir nyolot itu sempet bilang gini ke Mia dengan agak bossy, "mbak mbak turun dulu mbak, turun mbak! Tanya. Dimananya? Dimana tempatnya!" Sedangkan saat itu Mia lagi ngomong untuk bertanya. Sial!! Ih pengen gue lempar sendal deh, kalo aja gue enggak inget lagi puasa. Astagfirullah.

Akhirnya bisa sampe di Triwarsana gara-gara mobilnya si Caesar parkir di depan dan keliatan. Itu lah penolongnya! Karena mepet buka, berjalanlah kita bertiga. Laper buuung!
Dan hinggap disalah satu rumah makan padang.
Perut gue terhibur dengan tunjang dan terong serta sambel ijo. yummmi!

Shooting pun dilanjutkan kembali, di studio triwarsana.
Ada si Tiga dan Bang Joe yang juga partnernya Caesar. Sampe disana, pas Caesar lagi take buat closing episode, kita sempet nanya-nanya dan ngobrol sama crew Mata-mata. Mereka baiiiik banget!
Apalagi pas mau shooting terakhirnya Caesar buat kita, kan udah malem jadi gelap, di bantuin sama produser mata-mata untuk minjemin mini lighting. Baiiiik banget yaaa? ya Allah, Alhamdulillah banget!

Shootingpun selesai. Gue nginep rumah Mia. Jadi pulangnya kita naik taksi ke BSD. Dari BSD di jemput kerumah Mia deh. Awalnya padahal mau pulang naik kereta, tapi ga jadi. Gue udah excited banget mau naik kereta, secara gue enggak pernah naik kereta kan yaa. huhu. Sayang enggak jadi.
This is one fully funny day with Caesar Gunawan Wibisono. Cae, we love youuu!

* * * * *
Gue sahur di rumah Mia. (Pastilah, menurut loooo?)
Abis sahur gue tidur lagi. Sial, maag gue kambuh!
Bangun jam setengah 8, langsung buru-buru mandi, karena mau kerumah Ditha dan kembali berangkat shooting hari kedua di kantor kaWanku, buat narasumber kedua.

Sampe rumah Ditha, gue langsung mengkudeta laptop Ditha buat buka email dan ngambil file2 tulisan gue buat sedikit coaching sama kak ruth kawanku abis shooting.
Karena enggak terasa banget, tanggal 14 September 2009 ini udah menunjukkan pukul 10.00 langsunglah kita bertiga ngojek ke halte transBSD. (this is my favorite part)
Pas naik ke bus transBSD, gue melewati cowok putih berbaju hitam dengan rambut gondrong sepundak kurang dikit ala emo, ngerti kan yaaa? Weeeew kerennya!

Bus pun berjalan, dan gue duduk manis disebelah Ditha. Gejala mengantuk sudah melanda gue, tertular ke DItha. Gue udah mulai nyender-nyender, tapi sempet seger begitu berhenti di salah satu halte dan naiklah seorang cowok dengan gaya rambut emo juga, berbaju biru, tinggi, tegap, cool, keren abis, ganteng! aaaaaaaaah.
Enggak lama gue dan Ditha tertidur. Nyenyaaaak sekali. 


Sampe tau-tau udah kejebak macet di sepanjang arteri pondok Indah. Bangun-bangun, yang gue, Ditha, dan Mia lakukan adalah online twitter dari hp. tau kenapa kita milih twitteran? Karena kita lagi ngomongin si cowok cool 2 orang itu! Yups.

Dan berharap banget mereka turun di Ratu Plaza, bareng kita. Pas sudah sampe Ratu Plaza, berdirilah gue mengantri di pintu keluar. Begitu menengok kebelakang untuk nyari Ditha, gue bertatap muka dengan si baju biru. UUUuuuuuuh, so cool! Naksir deh. Alaaaah mak jan! hueeeks.

Dan dia juga turun. Saat itu dilanda bimbang, mending langsung naik busway atau ke darto dulu yaa? Dan si baju hitam turun juga. Mia lebih milih ke atas, tapi gue sama Mia udah mupeng ke busway karena 2 cool boys itu juga naik busway. larilah gue dan Ditha.

Sayang macet di antrian beli tiket. Dan kehilangan si baju biru, dia naik duluan. tapi masih ada satu harapan, si baju hitam.

Pas armada merah-orange itu datang, si hitam berdiri depan gue dan berhasil mendelesak masuk ke busa tersebut. tapi gue ditha dan mia, enggak. Aaaah pupuss sudah harapanku! hatchiiiim.
Tapi gue sempet mepet banget sama si baju hitam, dan diaaa oooh wangi banget! Wangi seger cool gimanaaa gitu. Susah dideskripsiin deh. muah.

Dan hari itu berlalu dengan lancar. Ditambah lagi, pihak kawanku berniat membantu perihal me-launching antalogi CCW2008 yang emang asli jebolan Kawanku abiiiis. Senangnya! Shooting pun lancar, dan sukses berat, juga foto-fotonya. yuummmie.
Kita bertiga pamit pulang. gue hinggap dulu ke Rumah Sakit Family di bilangan Pluit. Karena tante gue baru saja melahirkan seorang mainan bertitit *upsss* anak laki-laki maksudnya. Namanya Jojo, Jonathan Halim.
Welcome to the world my Jojo.

So can I named it, a cool day? Yeah!
Bulan puasa emang penuh berkah dan hikmah yaaah? muaaaaah muaaaah *cium basah buat Allah(eeeh apasih, dosa banget gue!)*

1 comment: