Pages

Saturday, August 8, 2009

Lucky saturday!



Ini dia pasukan penggosip hari ini!
Kehidupan gue berubah.
berubah belakangan ini.
makin sibuuuk.

Apa kesibukannya??
Setiap sabtu mengalami pengalaman baru.
Dan sabtu ini adalah Sabtu yang penuh keberuntungan, dan anti buntung!

thanks to Ditha sayang!

Jadi semenjak Minggu kedua Juli, gue mendapat job baru.
Menjadi First Reader di Gagasmedia, penerbit buku terkenal di bilangan Jagakarsa.
Kerjaannya adalah, tiap Sabtu gue dateng dan membawa n
askah yang masuk ke gagas, lalu di baca dan gue harus menilai dari tema, alur, setting, penokohan, gaya bahasa, dan feel. Gue juga akan memilah untuk terbit atau tidak.
Satu periode sekitar 30 naskah.
Dan satu minggu 6 naskah.
Setelah 30 naskah di baca dan dinilai, akan ada rapat besar se
mua first reader.
lalu saling diskusi untuk memilih yang mana yang terbit.

Dan untuk periode ini, first reader remajanya adalah gue, Ditha, Mia, Dhani, Rara.
Cuma berlima.


Pernah kebayang ga sih? satu hari satu naskah?
Kalau enggak sibuk?
kalau full tugas? mau apa lagi??
huaaah!


Ini naskah yang baru saja gue terima dan harus gue baca

Yang paling parah adalah, kantornya gagas itu jauh!
Kalau naik taksi tarif bawah dari pim itu kena 46ribu rupiah. Mantap??
Dan gue sama mia dan ditha enggak tau naik angkot apa biar sampe sana.
3 Minggu pertama tetep keukeuh bolak-balik dengan taksong.
Minggu ke empat, ditha nekad!
Dia naik bus yang enggak tau jalurnya, turun tengah jalan dan nyambung sana sini, dan akhirnya sampe.
plus plus lagi.

Plus nyampe duluan, satu jam lebih cepet dari seharusnya, plus lagi dapet hari pertama, plus marah-marah di telfon sambil kelaperan. Buseeeet!

Oh iya, kalau mau tau, Ditha itu pinteeer banget!
Bahaya banget kalau jalan sama dia, kalau harus minta petunjuk jalan sama dia.
Karena hukum yang berlaku adalah, meski dia enggak tahu jalan sekalipun dan enggak tau naik apa, dia pasti bisa menemukan jalan dan kendaraan sampe tempat tujua
n dengan selamet.
Sedangkan dia kalau nunjukin jalan keorang, atau pergi dengan mengandalakan kepandaiannya itu, yang terjadi adalah nyasar!
Dan sudah dua kali, atau lebih ya, ditha nyasarin gue sama mia.
Haha. Dan dia panik sendiri.

tapi kalau dia sendirian enggak pernah nyasar.

Maka dari itu, hari ini gue deg-degan.
gue enggak bareng mia, enggak bareng temen pt-pt taksong.
Mau enggak mau gue nyari alternatif.
Ternyata Ditha adalah jawaban utama.

Ini minggu ke lima.
Dan gue sama Ditha janjian ketemu di Lebak Bulus.
Gue turun dari busway dan menemukan seorang cewek memakai l
egging hitam plus kaos putih dan tas mencolok agak keoranyean, itu DITHA!
Gue sama dia kayak apaan tau pelukan di jalan tetap dengan kehebohan tegangan tinggi,
Tukang bus ngeliatin gitu. Bodo ah!
Langsung saja menaiki bus menuju kampung rambutan yang melewati citos dan Trakindo.
Turun di Trakindo, nyebrang dengan buru-buru, lalu nangkring di mobil kijang berwarna biru dengan judul M20.
Mikrolet yang bisa langsung menurunkan kita di depan gang. H. Montong. Yeah!

Finally, jam 12.55 WIB, gue sama ditha sampe dapan gang.
Kita berhasil!

Ini pertama kalinya gue kesana naik angkot.
Dan ini pertama kalinya Ditha enggak nyasarin gue!
Sabu yang beruntung bukan?
Dan di gagas sudah ada si Dhani, kakak berangin (Windy Arietanty penulis Shit Happens), kak resita, dan kak Alit.
Dan kakak kakak itu menjuluki kami (gue dan ditha, sebenernya mia juga, tapi mia belum dateng) sebagai anak liar tapi enggak gigit. Maksuuuudnya???


Akhirnya gue yang baru aja cabut dari acara lomba saman di sekolah gue, terpaksa mengisis form penilaian gue di sana.
Maklum ribet dan banyak tugas.
Tau-tau di tengah euforia atas keberhasilan ditha dan gue sampe jagakarsa naik angkot.
Yang juga di sambut keheranan kakak berangin, "Jadi selama ini lo naik apa? Naik apa kesini?"

Dengan polos ditha menjawab, "Taksi kak."
Kak windy kontan geleng-geleng, "Haaah? Gila!"
Tiba-tiba dengan pintarnya Ditha menumpahkan segelas air putih di meja yang penuh naskah kue dan majalah. Cilaka!
Aduuuh Ditha Ditha Ditha! Haha.

Proses tukar menukar naskah selesai, terus bergosip membahas masalah yang lagi in banget.
Nurdin m Top yang main tembak-tembakan sama polisi.
Statement yang keluar saat itu dari hampir semuanya, (ada kak marsy
a, kak joshua, kak resita, kaka alit, kakak berbaju merah, kak iwit, dhani ditha dan gue) "Itu beneran atau boongan ya? kok kaya di direct gitu. Menggaet sutradara mana aja tuh?" Gila?
Enggak lah! Emang kaya drama kok.
Akhirnnya gue mempelopori untuk foto bersama. Secara ini sabtu beruntung, harus diabadikan dong. ya gaa?


Apakah terlihat manis??


pas mau pulang, sengaja ngegerocik dapur editor.
Dan ngubrek-ngubrek lemari novel terbitan gagas,
gue sukses meminjam 4 novel.
Yang akan gue baca dahulu sebelum membaca naskah-naskah terkahir itu. hueeeh.


Novel yang gue pinjem, salah satunya yang model covernya adalah senior gue.

Habis ngubrek-ngubrek, gue sama Ditha pulang.
Mampir di terminal kita, seperti biasa, PIM.
Dan tempat langganan kita cuma 3. Wc, gramed, sama hokben. Haha,
Kali ini hanya menyambangi dua, yaitu WC da gramed,

Ditha membeli antalogy cerpen gurunya yang sadis binti kejam, gue beli buku djenar maesa ayu yang mereka bilang saya monyet.
Habis itu pulang beneran deh.

Sampe di rumah gue di sambut oleh ke enam kucing gue,

Ada chelsea, Mike, Deyn, Chiro, Rampula, dan Twin.
Haaah anak kucing itu lucu-lucu, terutama deyn dan chiro.
Deyn punya gue, chiro abang gue.
Kata nyokap gue, tiap pagi dari empat anak kucing hyperaktf itu, ada yang suka nemenin nyokap gue nyuci atau masak. Lucu ya?


Dari atas kebawah : Deyn, Deyn, Chelsea, Chiro, dan Twin yang bergulat sama Chiro

Dan gue menyadari hidup gue dilingkupi keindahan dan keberuntungan dari Tuhan Yang Maha Esa.
juga di temani barang-barang pewarna hidup gue.


Kawanku, cinemags, (harry potter) ; djenar maesa ayu-mereka bilang saya monyet, antalogy cerpen ; Alexa, Endah n Rhesa, SID, AriReda-sajak2 sapardi djoko damono, Dua.

No comments:

Post a Comment